• Share

6 Dosa Finansial yang Harus Kamu Hindari

  • Author
    Umar
  • Posted on
    May 05, 2020 16:13 pm
  • Readed
    157 Views
I guess that's why they call Las Vegas, The Sin City.

Kemarin setelah ngobrol-ngobrol di Instagram, ternyata hasilnya teman-teman yang melakukan wfh malah jadi jauh lebih irit dibandingkan dengan kerja ngantor biasa. Walaupun the true cost of it, adalah kangen juga tidak bisa ngumpul kerja dan meeting seperti regular. 

Masih dari perbincangan kemarin di Instagram neu, ternyata irit WFH tuh bisa sampai 3 juta loh. Wow, lumayan banget kan! Tapi, dengan selisih nominal sampai 3 juta. Apa itu sudah fungsikan untuk hal-hal yang lebih baik? Atau malah jadi dibeliin boba doang sampai meler?

Everybody have sins, so does the money

Memang tanpa sadar, kita sering kali melakukan dosa finansial. Serem ya bawa-bawa dosa, apalagi di bulan puasa seperti ini. Berasa lagi diceramahi oleh pak ustad. Dalam konteks keuangan, dosa finansial artinya dan melingkupi penyalahgunaan, keserakahan, atau bahkan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Baca: Gaji Pertama: Bicara Banyak Tentangmu

Jadi apa saja yang dimaksud dengan dosa finansial dan apa saja contohnya? Yuk, simak 6 dosa finansial berikut ini!

Greed

Sadar atau tidak, ini adalah hal yang sering kita ucapkan. Hal yang sering kita akui juga “gue bulan ini jadi boros banget nih”. Hayo siapa yang pernah ngomong gitu atau malah sering mengalami hal demikian?

Boros adalah gaya hidup gemar berlebih-lebihan dalam penggunaan harta dalam bentuk uang atau sumber daya lainnya yang kamu miliki ada demi kesenangan saja. Contohnya, pernah liat pakaian yang dikasih label “must have items”? Terus kamu beli deh, belinya pakai credit card. Soalnya, anggaran belanja kamu sudah mepet dan tetep beli walaupun sudah punya pakaian yang serupa.  

Jelas itu boros. Shifting the focus to your “haves” from your “have-nots” is a good first step in conquering greed. Sebagai pendukung, ada studi yang mengatakan bahwa dengan menerapkan pola pikir seperti itu, bisa bikin kamu lebih happy, dari waktu ke waktu loh.

Sloth

Hahaha jadi inget hewan lucu yang di Zootopia itu ya? Walaupun poinnya sloth, kita nggak lagi ngomongin hewan ya. Sloth di sini adalah, malas. 

Malas dalam konteks finansial sering kita alami sehari-hari, dan ini adalah musuh terbesar kita. Misalnya, malas membuat anggaran keuangan. Hal yang satu ini ngga boleh didiemin gitu aja loh. Lewat catatan finansial ya sama kayak catatan kesehatan kamu, dengan adanya pencatatan. bagaimana habit, gimana arus cash flow, kemana saja uang kamu habisnya bisa jadi terdokumentasi dengan jelas. 

Sekarang sudah banyak aplikasi keuangan yang menyediakan layanan semacam ini. Gratis pula. Jadi nggak ada alasan sama sekali nih buat kalian untuk malas dalam mengatur keuangan diri sendiri.

Envy

Sesuai judulnya, iya iri hati adalah dosa finansial. a never-ending “highlight reel” yang ditampilkan di layar social media kita bisa membuat kita secara tidak sadar punya rasa iri dan pengen juga kayak gitu loh. 

Alih-alih kita termotivasi, malah jadi kita iri hati, dan menempuh jalan pintas untuk melakukan hal yang tak seharusnya agar bisa punya lifestyle seperti yang ditampilkan di social media. Makanya jadi kita deh fenomena sugar daddy dan yang lainnya.

Baca: Belajar Kakeibo, Seni Menyimpan Uang dari Jepang

Pride

Tentu dong kita harus bangga dengan apa yang sudah kita lakukan, dan wajar juga hasil kerja kerasnya kita nikmati. Cuma jangan sampai kelewat batas ya. Misalnya, rela makan indomie tiap hari demi nonton konser penyanyi korea yang berjuta-juta, atau selalu ganti gadget Apple seri terbaru cuma for the sake of gengsi. Please don’t do it. 

Kita sering melakukan pembenaran dengan berujar, ah ini hp-nya memang sudah rusak. Kalau ganti gadget karena rusak, ga masalah. Tapi perhatikan intensinya ya, ketika budgetnya untuk gadget itu sudah lewat anggaran dan kita maksa beli satu merek tertentu cuma karena masalah ‘kualitas’ nya padahal banyak substitusinya. Hati-hati. Secara tidak langsung, ini dosa finansial kamu.

Lust

Pernah ketemu quote ini pas scrolling social media? “Nothing haunts us like the things we didn’t buy”. Sekarang ini kita memang hidup di era digital yang penuh BM-nya ya. Mau makan apa ada, tinggal cari di layanan delivery. Mau apapun tinggal cari di e-commerce. Antara keinginan dan kebutuhan jadi semu sekali. 

Hati-hati, ketidakmampuan menahan nafsu dalam berbelanja itu dosa finansial. Untuk mengatasi ini, ada tipsnya nih. Next time, sebelum kalian checkout to proceed payment coba beri jeda 3 hari. More often than not, the desire for the item will dwindle. 

Wrath

Shopping therapy atau retail therapy. Pernah dengar istilah itu? Sebagian orang meyakini kalau belanja ternyata juga bisa menghilangkan stres atau sedih, yang dikenal dengan istilah ‘retail therapy’

Tentunya belanja sesekali habis itu jadi lebih happy jelas sah-sah aja ya, tapi kalau sampai tiap mood nggak enak langsung beli-beli dan yang dibeli nominalnya bablas dari anggaran keuangan kamu. Waduh itu dosa finansial. 

Sebagai manusia modern, kita memang tidak imun dengan rasa kecewa, sedih atau marah. Yang tidak wajar cara mengatasi rasa tersebut dengan pelarian berbelanja. Kalau sedang merasa kalut, coba cerita ke teman mengenai perasaan kamu atau sesederhana meditasi agar hati lebih rileks.

 

Nah kira-kira itu lah dosa finansial yang mungkin sering kali kita lakukan. 

Selama bulan puasa di masa pandemi ini, hal ini bener bisa menjadi peluang untuk kita nih untuk lebih baik lagi dalam meninggalkan bulan puasa dan selisih uang irit selama WFH bisa kita pergunakan untuk hal-hal yang lebih produktif. Semisal ditabung, atau diamalkan.

Jadi, apakah kalian sudah mulai menabung? Kalau belum yuk lakukan sekarang juga!

Jangan lupa untuk download aplikasi neu ya guys di Google Play Store!

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *