• Share

8 Jurus Memilih P2P Lending untuk Dapatkan Passive Income

  • Author
    andisultan
  • Posted on
    Oct 15, 2021 16:06 pm
  • Readed
    44 Views
8 Jurus Memilih Platform P2P Lending

Hello neupeeps!

Fintech P2P Lending hadir di Indonesia untuk menawarkan masyarakat sebuah alternatif untuk mengembangkan aset dan memperoleh passive income.

Selain bisa memberikan return of investment yang cukup tinggi, kita bisa membantu UMKM mendapatkan modal usaha dengan lebih cepat dan mudah.

Tahun 2021 ini, sudah ada 107 perusahaan P2P Lending Indonesia yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari ratusan daftar tersebut, mana yang paling fit buatmu?

Simak tips berikut ini, yuk!

Pilih P2P Lending yang Legal

Sebagai calon lender di perusahaan P2P Lending, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah cek legalitas sebuah platform.

OJK adalah lembaga independen yang bertugas mengawasi produk jasa keuangan di Indonesia, termasuk P2P Lending. Regulasinya diatur dalam POJK No. 77 Tahun 2016. P2P Lending di Indonesia wajib mematuhi regulasi tersebut dalam melakukan operasionalnya.

OJK secara berkala juga memperbarui daftar perusahaan fintech lending yang legal. Daftar ini terakhir kali diperbarui pada 8 September 2021. Kamu cek dengan mengunjungi website resmi OJK di www.ojk.go.id

Selain itu, di Indonesia juga terdapat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Organisasi ini dipilih oleh OJK sebagai organisasi resmi pelaku usaha penyelenggara layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi.

Jadi, pastikan platform yang kamu pilih sudah legal di OJK dan juga terdaftar sebagai anggota AFPI, ya.

Mau yang Terdaftar atau Berizin?

Tahukah kamu ada dua status perusahaan P2P Lending?

Yup, ada perusahaan yang terdaftar dan ada yang sudah mendapatkan izin OJK. Dilansir dari situs web OJK, ada 85 fintech lending yang berizin dan ada 22 yang terdaftar.

Lalu, apa bedanya fintech P2P yang terdaftar dengan yang berizin? Ini penjelasannya.

Tanda terdaftar wajib dimiliki oleh perusahaan P2P Lending baru sebelum menjalankan operasionalnya. Setelah satu tahun berjalan, barulah mereka harus mengajukan perizinan ke OJK.

Jika tidak mengajukan perizinan, tanda terdaftar harus dikembalikan ke OJK. Sementara itu, tanda berizin tidak memiliki tanggal kadaluarsa.

Kamu mau pilih fintech lending yang terdaftar atau sudah berizin OJK, nih? Atau, faktor ini sebenernya nggak masalah buatmu?

Lihat Total Penyaluran Pendanaan

Pastikan Kamu Tahu Total Pendanaan

Kamu bisa cek total penyaluran pendanaan sebuah perusahaan P2P Lending di situs web mereka. Jika total penyaluran pendanaan semakin tinggi, berarti semakin banyak juga borrower dan lender yang percaya kepada perusahaan tersebut.

Saat ini, P2P Lending Modal Rakyat sudah menyalurkan pendanaan lebih dari 2 triliun Rupiah. Pendanaan tersebut disalurkan kepada ribuah pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2021 ini, Modal Rakyat juga sudah mendapatkan izin resmi dari OJK. Dengan mendanai di Modal Rakyat, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga 18% per tahun, lho.

Cek Nilai TKB P2P Lending

Jurus berikutnya adalah cek nilai TKB perusahaan peer-to-peer. Apa sih nilai TKB itu?

Tingkat Keberhasilan (TKB) adalah parameter keberhasilan sebuah perusahaan fintech P2P yang dihitung dari pengembalian pinjaman rata-rata dalam waktu 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

Semakin mendekati angka 100%, semakin baik performa sebuah perusahaan. Ini berarti semakin sedikit pinjaman macet atau gagal bayar di platform tersebut.

NIlai TKB bisa kamu cek di header situs web masing-masing platform. 

Cari Tahu Siapa Borrower-nya

Setiap fintech lending platform memiliki target borrower atau peminjam yang berbeda-beda. Ada yang untuk kebutuhan produktif, ada pula yang berjuan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Fintech lending produktif menyalurkan dana dari lender kepada pelaku bisnis. Pinjaman ini akan digunakan untuk mengembangkan bisnis UMKM. Pinjaman tersebut tidak akan habis, malah memberikan keuntungan lebih untuk pelaku usaha.

Sementara itu, target borrower fintech lending konsumtif adalah masyarakat yang menggunakan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Contohnya adalah kebutuhan untuk membeli barang elektronik, biaya berobat, atau untuk pendidikan.

Nah, apa pilihanmu? Apakah kamu mendanai fintech yang produktif atau konsumtif?

Pastikan Aplikasi Hanya Akses “Camilan”

Pastikan Aksesnya Terbatas!

Jika platform yang kamu pilih memiliki aplikasi, perhatikan izin aksesnya, ya.

Aplikasi fintech P2P hanya diperbolehkan mengakses “camilan”. Istilah ini adalah singkatan dari camera, microphone, dan location.

Ketiga akses ini digunakan untuk memverifikasi data pengguna saat pertama kali mendaftar.

Aplikasi fintech lending tidak boleh mengakses data lain di handphone-mu, termasuk daftar kontak. Dengan begitu, data pribadimu tetap aman.

Dapatkan Proteksi Asuransi

Dalam mengembangkan aset, kamu harus ingat prinsip high risk, high return. Begitu pula dengan menjadi lender di fintech p2p. Return yang ditawarkan cukup tinggi sejalan dengan risikonya yang cukup tinggi.

Jangan buru-buru khawatir, ya.

Kamu bisa pilih P2P Lending yang menyediakan asuransi. Besaran proteksi yang ditawarkan setiap platform cukup beragam. Sesuaikan saja dengan minat dan kebutuhanmu, ya.

Di Modal Rakyat misalnya, kamu bisa mendapatkan proteksi asuransi hingga 95% dari nilai total pendanaan.

Cek juga Minimum Pendanaannya

Tips terakhir buat kamu, cek minimum pendanaannya. Semakin rendah minimum pendanaan, semakin terjangkau pula platform tersebut untuk pendana dengan modal kecil.

Cukup dengan Rp25.000 saja kamu sudah bisa mendanai UMKM di Indonesia lewat Modal Rakyat. Terjangkau, bukan?

Nah, itulah beberapa jurus memilih P2P Lending yang cocok buatmu. Kamu harus tahu dulu instrumen seperti apa yang cocok untuk kebutuhan dan budget. Jangan sampai kamu hanya ikut-ikutan, ya.

Lakukan riset secara mandiri. Dengan begitu, kamu bisa pilih fintech P2P yang membuatmu aman dan nyaman dalam pendanaan.

Semoga membantu!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting neu

Aplikasi Keuangan neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain. Hanya bisa di neuTransfer!

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kode Referal

Kamu bisa mendapatkan saldo sebesar Rp20.000,00 jika membagikan kode referal yang dimiliki ke user lain. User tersebut juga akan menerima saldo jika Verifikasi Datanya berhasil. Saldo akan diterima dalam bentuk neuPoints.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait