• Share

Pahami 4 Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

  • Author
    Putra
  • Posted on
    Aug 14, 2020 05:12 am
  • Readed
    377 Views

Berhijrah dilakukan berdasarkan aspek yang sifatnya dari dalam dan luar diri kita. Contohnya ketaatan jika sifatnya dari dalam diri dan urusan keuangan untuk hijrah yang bersifat dari luar diri kita. Hijrah secara finansial bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan bank syariah.

Mungkin ada orang yang berpikir bahwa bank syariah sama saja atau tidak jauh berbeda dengan bank konvensional. Nyatanya, ada perbedaan yang penting dan signifikan antara bank syariah dan bank konvensional.

Baca Ini: Hijrah Secara Finansial? Siapa Takut! Ini 5 Langkahnya!

Apa perbedaannya?

Bank syariah punya kontrak berdasarkan hukum Islam yang memiliki dampak duniawi dan dunia lain. Karena berdasarkan hukum Islam, kontrak bank syariah harus mencukupi rukun dan persyaratan pihak, barang, dan biaya. Tidak seperti bank konvensional yang memungkinkan untuk transaksi barang dan jasa halal dan haram. Transaksi bank syariah harus memenuhi syarat halal.

1. Hubungan Antara Bank dan Nasabah

Bank syariah memiliki sistem di mana nasabah ditempatkan pada kedudukan yang tak berbeda dari bank. Bukan sebagai kreditor, bank syariah akan menempatkan diri sebagai mitra. Untuk hasil kerjasama dana yang digunakan nasabah, kedua belah pihak akan menentukan kesepakatan bersama perihal pembagian rasionya.

2. Imbal Hasil

Jika menggunakan bank konvensional, mungkin kamu akan lebih mengenal imbal hasil sebagai bunga. Metode bunga membuat adanya perbedaan baik keuntungan maupun kerugian dari pihak nasabah dan bank. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah tidak memberlakukan bunga melainkan imbal hasil yang dihitung dengan bagi hasil.

Bagaimana sih bagi hasil dalam bank syariah? Contohnya, bank syariah mendapatkan pendapatan yang tinggi, maka nasabah akan mendapatkan bagi hasil yang tinggi pula.

3. Penyelesaian Masalah

Tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah antara nasabah dan bank. Penyelesaian masalah bank syariah berbeda dengan bank konvensional. Jika pada bank konvensional, penyelesaian masalah dilakukan dengan negoisasi yang akan dilanjutkan ke pengadilan negeri kalau negoisasi tidak bisa dilakukan.

Sedangkan bank syariah akan menyelesaikan masalahnya dengan nasabah melalui musyawarah. Permasalahan akan selesai jika kedua pihak sepakat atas hasil penyelesaian masalah dengan kedua pihak masing-masing menyampaikan pemikiran mereka. Kalau musyawarah tidak bisa dilakukan, permasalahan akan diteruskan kepada pengadilan hukum agama.

4. Investasi

Segala aturan investasi syariah ditentukan menggunakan hadist dan Al-Quran sehingga segalanya harus halal. Mulai dari barangnya, cara pengerjaannya, sampai cara pemakaiannya harus memenuhi syarat halal. Investasi syariah sendiri menggunakan produk yang punya manfaat sosial.

Bedanya dengan bank syariah, bank konvensional cenderung mengutamakan keuntungan walau di dalam hukum Islam digolongkan sebagai produk non-halal. Sebagai contoh, bank konvensional akan memberikan biaya kepada proyek perusahaan minuman keras.

Jika dibedah dan dijelaskan seperti di atas, maka terlihat perbedaan yang cukup signifikan dari bank syariah dan bank konvensional. Maka itu, jika kamu berniat untuk hijrah secara finansial, maka berpindah dari bank konvensional ke bank syariah adalah salah satu langkah yang penting.

Jadi, sudahkah kamu siap untuk menggunakan bank syariah sebagai jalanmu berhijrah secara finansial?

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *