Apa Bedanya Bank Syariah dengan Bank Konvensional?

  • Author
    Putra
  • Posted on
    Aug 14, 2020 05:12 am
  • Readed
    91 Views
Every act that is beneficial is charity

Salah satu langkah pertama yang biasa dilakukan untuk hijrah finansial adalah berpindah dari bank konvensional ke syariah. Langkah ini adalah komitmen besar, sehingga perlu benar – benar dicari tahu perbedaannya. 

Banyak orang yang beranggapan bahwa bank syariah dan bank konvensional tidak terlalu berbeda, padahal bank syariah dan bank konvensional mempunyai perbedaan yang sangat signifikan. Sehingga perlu dicermati perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional.

Baca Ini: 5 Langkah untuk Memulai Hijrah secara Finansial

Apa bedanya syariah dan konvensional?

Kontrak Bank Syariah 

Dalam perbankan syariah, sebuah kontrak menyebabkan konsekuensi duniawi dan dunia lain karena kontrak syariah berdasarkan hukum Islam. Setiap kontrak harus memenuhi rukun dan persyaratan barang, pihak, dan syarat biaya. Yang pastinya, barang dan jasa yang ditawarkan harus memenuhi syarat halal. Dibandingkan perbankan konvensional membolehkan untuk transaksi barang dan jasa halal dan haram.

Imbal Hasil 

Imbal hasil yang diberikan bank syariah kepada investor dihitung dengan sistem bagi hasil. Sebagai contoh, Jika bank syariah memperoleh pendapatan yang besar, maka nasabah investor juga akan mendapat bagi hasil yang besar. Dibandingkan dengan perbankan konvensional, imbal hasil akan diberikan dengan metode bunga, sehingga ada perbedaan keuntungan dan kerugian dari dua belah pihak. 

Hubungan Antara Nasabah dan Bank 

Hubungan bank syariah dengan nasabah bisa disebut sebagai kemitraan. Bank tidak memposisikan dirinya sebagai kreditor, melainkan mitra antara bank syariah dan nasabah. Nasabah dan bank mempunyai kedudukan yang setara. Sehingga, hasil kerjasama dengan nasabah yang menggunakan dana akan dibagikan kepada bank syariah dengan rasio yang disepakati bersama.

Investasi

Investasi Syariah adalah tool investasi yang menggunakan hadist dan Al-Quran dalam pembuatan aturan serta keputusan. Aturan tersebut merangkum beberapa ketentuan islam seperti memiliki barang halal, dikerjakan dengan cara halal, dan digunakan dengan cara yang halal juga. Selebihnya, produk investasi syariah menggunakan produk yang mempunyai manfaat sosial.

Sebaliknya, bank konvensional tidak mempunyai ketentuan jenis investasi, dan dananya didistribusikan untuk perusahaan yang menguntungkan meskipun menurut hukum Islam, diklasifikasikan sebagai produk non-halal. Misalnya, proyek perusahaan minuman keras dapat dibiayai oleh bank konvensional jika proyek tersebut menguntungkan.

Penyelesaian Permasalahan

Jika ada masalah yang terjadi dari pihak bank syariah akan diselesaikan dengan musyawarah. Nasabah dan bank akan menyampaikan pesan masing-masing dan akan hanya selesai ketika dua belah pihak sepakat dengan penyelesaian masalahnya. Namun, jika musyawarah gagal menyelesaikan suatu masalah, maka masalah antara bank syariah dan nasabah tersebut akan diselesaikan oleh pengadilan hukum agama. Bank konvensional akan menyelesaikan masalah melalui negosiasi. Jika negosiasi tidak bisa dilaksanakan, resolusi akan diajukan ke pengadilan negeri. Sehingga akan ada timbulnya pihak yang merugi ketika negosiasi tidak sesuai ekspektasi.

Nah, seperti yang sudah dibahas, perbedaan bank syariah dan bank konvensional bisa dibilang sangat berbeda dan mempunyai keuntungan masing-masing. Tetapi, ketika kita sudah bekomitmen untuk berhijrah finansial, memindahkan dana dari bank konvensional ke bank syariah tidaklah pilihan yang sulit, selain keuntungan mengikuti kelola keuangan sesuai hukum islam, ada juga beberapa keuntungan yang hanya bisa didapatkan menggunakan bank syariah. 

Sudahkah anda siap untuk berhijrah finansial dengan menggunakan bank syariah? 

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *