Spend

Manage

Invest

BankingSoon

Blog

Promo

INVESTASI

Cara Menghindari Fintech P2P Lending Abal-abal

Hello neupeeps!

Saat ini, sedang ramai penangkapan fintech P2P lending abal-abal. Ya, banyak perusahaan yang akhirnya kena ciduk karena terbukti ilegal dan merugikan banyak orang. Bukan hanya ratusan ribu atau jutaan rupiah, namun bisa puluhan hingga ratusan juta kerugian kalau pinjam di sana.

Nah biar kamu gak mau juga terjebak dalam P2P lending abal-abal, maka harus jeli dalam memilih. Jangan sampai karena hanya karena iming-iming dana yang ada malah kerugian yang didapat. Berikut beberapa tips buat gak kejebak fintech P2P lending abal-abal.

Wajib ragu kalau identitas tidak jelas

Salah satu ciri umum dari fintech P2P lending abal-abal adalah masalah identitasnya. Ya umumnya perusahaan abal-abal ini akan menyamarkan lokasinya. Bahkan banyak dari fintech ini yang nyatanya tidak mencantumkan kantor perusahaan dan info-info penting lainnya. Hal ini supaya mereka susah untuk diperiksa karena melakukan bisnis yang ilegal. Kalau kamu menemui hal yang seperti ini, jangan sekali-kali untuk mempercayainya bahkan menanam modal atau meminjam. Pasalnya, kemungkinan besar yang kamu dapat hanya kerugian.

Curiga kalau dana gampang cair

Umumnya untuk meminjam uang pada P2P lending biasanya harus ada syarat yang dilengkapi. Hal ini supaya perusahaan bisa tahu latar belakang peminjam, mampu atau tidak untuk melunasi. Satu saja syarat yang tidak masuk maka sulit sekali dana untuk cair. Sebaliknya fintech P2P lending abal-abal malah lebih mudah untuk dana cair. Semua dilakukan agar keuntungan bisa lebih mudah didapatkan tanpa memperdulikan nasib peminjam. Alhasil banyak peminjam yang merasa dirugikan karena ternyata banyak fintech abal-abal ini yang malah jadi lintah darat. Oleh sebab itu kamu harus lebih jeli lagi dalam memilih.

Bila ada akses data pribadi, jangan pilih

Ada aturan khusus dari OJK supaya P2P lending tidak sampai mengganggu privasi dari para nasabahnya. Salah satunya adalah pelarangan akses pribadi dari pengguna. Kalau fintech P2P lending resmi tentunya akan mematuhi peraturan ini. Sebaliknya, yang abal-abal ketika platform dibuka akan memaksa pengguna supaya data pribadinya bisa diakses dengan mudah. Hal inilah yang sebenarnya yang disalahgunakan oleh P2P lending abal-abal. Biasanya mereka akan mengakses kontak milik dari nasabah untuk menerornya supaya membayar tunggakan hutang. Padahal dalam penagihan ada alurnya sendiri.

Selalu memberikan teror ke peminjam

Meskipun berada di luar jam kerja, fintech P2P lending abal-abal biasanya tetap melakukan penagihan. Hal inilah yang jadi sebuah pelanggaran karena bisa mengganggu kehidupan dari peminjam. Padahal aturannya, penagihan hanya dilakukan ketika jam kerja saja. Belum lagi dalam menagih, biasanya P2P lending abal-abal melakukannya tanpa tambang bulu seolah meneror si peminjam. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena yang ada malah bisa memberikan dampak negatif pada peminjam bahkan bisa buat mereka enggan membayar tagihannya. Nah biar gak kejebak peer to peer lending abal-abal maka bisa pakai neu biar lebih aman.

Saat ini, sangat banyak sekali P2P lending abal-abal yang berkeliaran. Kamu harus lebih hati-hati memilih agar tidak terjerat perangkap mereka. Pasalnya P2P lending abal-abal itu hanya menjanjikan kerugian.


Share

Artikel Terkait

INVESTASI

Beli Emas Online Sekarang Lebih Mudah Melalui neuGold!

INVESTASI

Emas Digital Bisa jadi Alternatif Investasi Aman untuk Masa Depan

INVESTASI

Investasi Emas Online Lebih Aman Melalui neuGold

Ikut gabung dengan 0++ pengguna neu untuk kebebasan finansialmu
qr
arrow
Scan kode QR di samping untuk download di Android dan iOS
iphone