Spend

Manage

Invest

BankingSoon

Blog

Promo

KEUANGAN

Emotional Spending: Ketika Belanja Jadi Pelarian Saat Suasana Hati Sedang Campur Aduk

Hello, neupeeps!

Pernah nggak sih pas lagi bosan atau jenuh tiba-tiba kamu browsing e-commerce? Lalu, tanpa disadari kamu masukin barang-barang yang sebenarnya nggak butuh-butuh amat ke shopping cart terus langsung checkout?

Alhasil, setelah belanja kamu merasa menyesal bahkan barang yang kamu beli tersebut berlanjut ditelantarkan karena ternyata nggak penting buat kamu. Nah, mungkin itu tandanya kamu terjebak dalam kebiasaan emotional spending, neupeeps.

Apa Sih Emotional Spending?

Emotional spending adalah perilaku ketika kamu membeli sesuatu yang sebenarnya nggak kamu butuhkan karena dipengaruhi gejolak emosi entah itu perasaan bosan, jenuh, sedih, tertekan, atau merasa nggak bahagia. Biasanya, emotional spending ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan suasana hati ke arah yang lebih baik dan positif. Kebanyakan orang nggak mau ngaku bahkan nggak sadar kalo mereka punya sisi sebagai emotional spender.

Menurut Gerald Zaltman, seorang profesor dari Harvard University, 95% dari kebanyakan orang melakukan pembelian ketika mereka dalam keadaan subconscious atau nggak sadar. Artinya, mayoritas transaksi di luar sana terjadi karena dipengaruhi suasana hati dan emosi.

Tanda-Tanda Emotional Spending

Mengutip dari Lisa Duke, seorang financial counselor terkenal di Amerika Serikat, tagihan kartu kredit, pakaian yang nggak digunakan (bahkan yang masih nempel price tag-nya), barang-barang yang ditelantarkan, bahkan menyembunyikan paket karena nggak mau ketahuan orang-orang di rumah adalah beberapa ciri yang menunjukkan kalo diri kamu seorang emotional spender.

Nggak hanya itu, perilaku emotional spending juga diperlihatkan ketika perasan menyesal muncul sehabis kamu belanja karena kamu sadar telah menghambur-hamburkan uang. Pokoknya, kamu harus hati-hati kalo pengeluaran kamu berada di ambang batas maksimal—apalagi sampai bergantung sama kartu kredit untuk kebutuhan sehari-hari—dan menghalangi kamu buat nabung untuk masa depan.

Keep this in mind: kalo kamu harus berhutang ya memang karena sesuatu yang kamu butuhkan, bukan sesuatu yang kamu lakukan atas keinginan impulsif ya, neupeeps!

Cara Mengontrol Emotional Spending

Mengeluarkan uang untuk diri sendiri memang bikin bahagia. Makanya, shopping atau belanja sering disebut sebagai retail therapy karena punya kemampuan untuk bikin mood seseorang menjadi lebih baik ketika lagi stres atau terpuruk. Tapi kalo dilakukan sering-sering mesti dipikir-pikir lagi nih neupeeps, bukannya happy lama-lama malah munculin stres baru karena keadaan kantong jadi amburadul. Nih, beberapa trik yang bisa kamu praktekkan untuk mengontrol emotional spending!

Terapkan 48-Hours Rule

Kalo kamu ngerasa jari-jari kamu sudah mulai main-main ke e-commerce dan ngeliatin barang-barang untuk dijadikan wishlist belanjaan, coba deh sekarang kebiasaan itu kamu ubah dengan nerapin yang namanya 48-hours rule. Kedengeran simpel tapi cara ini lumayan efektif loh, neupeeps!

Caranya, kamu tinggal tulis nama barang-barang yang biasanya kamu taruh di shopping cart ke dalam notes yang ada di gadget kamu beserta harga yang tertera. Jadi sebelum checkout, kamu tunggu dulu selama 48 jam untuk tanya ke diri sendiri apakah kamu benar-benar butuh barang tersebut atau jangan-jangan itu cuma lapar mata doang. Nah waktu 48 jam ini dipercaya bisa bantu kamu untuk berpikir dan ngambil keputusan lebih objektif sebelum ngeluarin uang!

Hindari Sosial Media

Semakin meningkatnya penggunaan sosial media, maka akan semakin tingginya kemungkinan kamu untuk terpapar dengan iklan dan promosi yang dilakukan influencer. Nggak bisa dipungkiri pengaruh influencer ini memang signifikan banget, neupeeps. Promosi-promosi yang sering mereka lakukan di kanal sosial medianya selalu berhasil buat menarik perhatian banyak orang. Nah, kalo kamu termasuk golongan orang yang hobinya nontonin review produk dari para influencer maka tips ini wajib buat kamu praktekin!

Semakin sedikit kamu menyadari apa yang lagi hype di luar sana, semakin kecil kemungkinan buat kamu untuk ngeluarin keinginan mendadak yang nggak penting. Duh.. tapi aku tipikal orang yang nggak bisa kalo nggak buka sosial media, gimana dong? Kalo kasusnya begini, mending kamu ikutin tren jaman now aja dengan buat second account tapi khusus ikutin orang-orang terdekat (tanpa ikutin para influencer dan akun online shop)~

Cari Kegiatan Alternatif

Jika kamu sering menjadikan belanja sebagai kegiatan untuk refreshing, distraction, atau coping mechanism, coba deh sekarang saatnya cari kegiatan lain yang juga bisa ngasih kamu after-effect yang serupa. Misalnya, kalo kamu having a bad day dan pengen memanjakan diri kamu dengan sesuatu yang menyenangkan, mending binge-watch series favorit kamu di Netflix atau ajak teman kamu buat sleepover alih-alih belanja baju dan sepatu baru.

It’s time to focus on small joys that don’t s cost anything or at least cost very little!


Share

Artikel Terkait

KEUANGAN

Aplikasi Kelola Keuangan untuk Finansial yang Lebih Baik

KEUANGAN

Aplikasi Keuangan untuk Semua Hal, Transfer Hingga Investasi

KEUANGAN

Aplikasi Pengatur Keuangan untuk Finansial Lebih Aman

Ikut gabung dengan 0++ pengguna neu untuk kebebasan finansialmu
qr
arrow
Scan kode QR di samping untuk download di Android dan iOS
iphone