Spend

Manage

Invest

BankingSoon

Blog

Promo

KEUANGAN

FOMO Syndrome: Jebakan Maut Buat Keuangan Milenial

Hello, neupeeps!

Belakangan dengan semakin meningkatnya intensitas penggunaan sosial media, apalagi semenjak pandemi ini, orang-orang semakin punya kecenderungan terkena sindrom FOMO. Akhirnya, mereka being hard on themselves supaya tetap bisa ngikutin tren yang lagi hits bahkan ngeluarin usaha yang lumayan karena nggak mau dicap ketinggalan jaman.

Padahal, hal-hal yang mereka lakuin sebenarnya nggak ada poinnya sama sekali. Lagi-lagi, semuanya hanya buat gengsi dan validasi di mata orang lain.

FOMO tuh maksudnya gimana sih? Masih nggak paham, deh? Netizen Butuh Edukasi

FOMO ini singkatan dari Fear of Missing Out, neupeeps.

Biasanya, merujuk pada fenomena sosial yang terjadi di kalangan pemuda jaman sekarang karena takut ketinggalan update dan trend kekinian yang lagi booming.

Sebenarnya sindrom FOMO ini bisa dirasakan sama siapa aja, cuma mayoritasnya terjadi di para kawula muda karena mereka lah yang paling sering terpapar sama sosial media. Sosial media yang seharusnya berfungsi untuk mempererat jalinan komunikasi antara kamu dan teman-teman kamu, malah seringkali memberikan dampak negatif buat kesehatan mental dan finansial kamu.

Nah, sindrom FOMO ini salah satunya yang bisa nyerang kesehatan mental dan finansial kamu, neupeeps.

Hah, masa iya?

Coba simak contoh di bawah ini, yuk~

Misalnya, kamu bangun di hari Sabtu cerah dengan mood yang super baik terus buka hp buat scrolling Instagram dan ngeliat teman kamu update mirror selfie dengan iPhone seri terbarunya. Mood kamu langsung anjlok karena keinget hp kamu udah jadul dan nggak ganti bertahun-tahun. Akhirnya kamu langsung ngerasa cemas sendiri setelah nyadar kalo teman-teman di sekitar kamu pada pake hp seri terbaru semua sedangkan kamu masih stay sama hp jadul. Alhasil, kamu ngerengek-rengek ke ortu buat beliin hp baru padahal hp kamu yang lama masih fine-fine aja—sayangnya, ortu kamu nggak izinin dan kamu pun nekat buat nyari pinjaman online.

Intinya, kaum-kaum FOMO ini rela gunain segala cara supaya bisa diterima oleh orang-orang di sekitar yang status sosialnya lebih tinggi meskipun sebenarnya keadaan kantong mereka nggak mampu alias kere.

Mereka nggak peduli harus pontang-panting sana sini dan rekeningnya terkuras habis buat ngejar gaya hidup selangit demi dianggap eksis.

Wah, kalo kamu termasuk kaum FOMO ini harus hati-hati, neupeeps. Masa depan kamu bukannya terang tapi malah berkunang-kunang alias buram!

Terus gimana dong biar nggak kena sindrom FOMO? Baca artikel ini sampai habis, ya!

Be Grateful

Hayo, udah bersyukur belum hari ini, neupeeps?

Pemicu utama sindrom FOMO: nggak pernah puas dalam hidup. Jadinya, kamu sering banding-bandingin diri sendiri dengan orang lain dan pake indikator kebahagiaan orang lain buat ngukur standar kebahagiaan kamu.

Boleh kok sesekali ngeliat ke atas dan nunduk ke bawah untuk memotivasi diri menjadi lebih baik, tapi kalo tujuan kamu lirik sana-sini buat banding-bandingin diri kamu dengan orang lain: it’s a big no!

Sebelum bertindak impulsif, coba tanya diri kamu sendiri dulu:

"Gue bener butuh ini nggak sih? Kalo iya, kenapa gue harus dapetin barang ini dan apa urgensinya? Apa karena gue bener-bener butuh untuk kemaslahatan hidup gue? Atau karena gue nggak mau ketinggalan tren dan takut dicap katro sama orang lain?"

Hidup Sesuai Kemampuan

Supaya bisa nikmatin kehidupan masa tua dengan tenteram, yuk hindarin sindrom FOMO dengan tinggalin segala lifestyle yang berada di luar batas kemampuan kamu.

Kalo misalnya teman-teman kamu ngajak hangout di tempat-tempat yang di luar budget atau ngajak shopping barang-barang yang sebenarnya nggak kamu perluin, sebaiknya kamu harus berani speak up untuk nolak dengan halus dan komunikasikan bahwa sebenarnya budget kamu terbatas. Kamu nggak perlu maksa diri kamu buat bikin mereka senang dengan mengorbankan kebahagiaan kamu.

Please always prioritize your happiness over anything else because in the end, it’s all that matters.

Teman-teman yang baik adalah mereka yang paham dengan kondisi kamu tanpa perlu judging apapun. Sebagai alternatifnya, kamu bisa ajak teman-teman kamu untuk hangout dengan budget yang lebih hemat di lain waktu. Dengan begini, kamu nggak perlu takut jalinan pertemanan kamu akan renggang dan kesehatan finansial kamu juga tetap terselamatkan.

Stop Fokus Pada Materi

Daripada fokus merhatiin rumput tetangga terus, mending kamu fokus sama diri kamu dulu dan goals-goals kamu yang belum kesampaian, neupeeps. Sama seperti kata pepatah, “Rumput tetangga pasti akan lebih hijau warnanya daripada rumput sendiri”, jadi kamu jangan langsung minder dan berkecil hati kalo teman kamu tiba-tiba update di sosial media dengan barang-barang branded atau gadget dengan seri terbaru.

Nggak memiliki semua harta materi nggak akan menentukan apalagi mengurangi harga diri kamu sebagai manusia kok, apalagi menjadi indikator kesuksesan kamu.

Jadi, mulai sekarang yuk coba biasakan diri untuk lebih fokus sama pengalaman dibandingkan objek karena sesungguhnya pengalaman hidup inilah yang akan ngasih dampak kebahagiaan lebih lama.

Nah, tips-tips di atas bisa kamu praktekkan kalo semisal kamu mulai ngerasain sindrom-sindrom FOMO mendominasi diri kamu, neupeeps!


Share

Artikel Terkait

KEUANGAN

Aplikasi Kelola Keuangan untuk Finansial yang Lebih Baik

KEUANGAN

Aplikasi Keuangan untuk Semua Hal, Transfer Hingga Investasi

KEUANGAN

Aplikasi Pengatur Keuangan untuk Finansial Lebih Aman

Ikut gabung dengan 0++ pengguna neu untuk kebebasan finansialmu
qr
arrow
Scan kode QR di samping untuk download di Android dan iOS
iphone