Spend

Manage

Invest

BankingSoon

Blog

Promo

KEUANGAN

Sunk Cost Fallacy: Toxic Relationship dalam Dunia Keuangan

Hello, neupeeps!

Pernah dengar sunk cost fallacy, nggak? Biasanya toxic relationship umumnya digunakan ketika kita membicarakan tentang masalah percintaan, tapi dalam dunia keuangan, konsep toxic relationship melekat pada pola yang digambarkan oleh istilah sunk cost fallacy.

Sebelum ngomongin sunk cost fallacy, akan lebih baik kalau kita pahami dulu konsep toxic relationship, yuk! Toxic relationship merupakan kondisi di mana salah satu pihak dalam hubungan merasa dirugikan baik fisik maupun mental oleh pihak lainnya, namun tetap ingin meneruskan hubungan tersebut walaupun tau bahwa ada kerugian yang menanti di hadapan.

Konsep toxic relationship ini sebenarnya mirip banget dengan sunk cost fallacy pada hal keuangan yang akan kita bahas. Yuk, simak lebih lanjut tulisan di bawah ini, neupeeps!

Sunk Cost Fallacy

Layaknya toxic relationship, sunk cost fallacy terjadi pada keuangan seseorang ketika ia memutuskan untuk melanjutkan suatu kegiatan meskipun tau akan merugi karena merasa telah terlanjur menginvestasikan banyak hal di masa lalu, mulai tenaga, waktu, sampai uang.

Misalnya, kamu sudah mengeluarkan uang 500 ribu untuk sebuah konser. Rupanya, pada hari H kamu memiliki keperluan mendesak di lokasi yang berlainan arah dengan venue konser. Alih-alih membatalkan kedatangan ke konser, kamu tetap memaksa untuk melakukan dua kegiatan tersebut sekaligus, walaupun sebagai gantinya kamu harus menambah biaya transportasi sebesar Rp150 ribu dan nggak mengikuti konser dari awal.

Nah, biaya tambahan yang kamu keluarkan karena sayang dengan investasi terdahulu sebesar Rp500 ribu inilah yang menempatkanmu dalam sunk cost fallacy. Alih-alih hemat kamu malah jadi boros, apalagi kalau frekuensi kejadiannya sering banget terjadi~

Menghindari Sunk Cost Fallacy

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan nih neupeeps untuk bisa terhindari dari Sunk Cost Fallacy. Apa sajakah yang harus kamu perhatikan?

Terapkan Mindset “Yang Terjadi di Masa Lalu Nggak Akan Bisa Kembali”

Untuk menghindari pengulangan sunk cost fallacy, cobalah untuk nggak terlalu menganggap biaya yang dikeluarkan di masa lalu. Anggap aja pengeluaran tersebut udah nggak bisa kembali, layaknya kamu lagi belanja dengan sistem no refund policy.

Hitung Total Kerugian Tambahan

Kalau kamu masih merasa boncos, coba hitung kembali deh total kerugian tambahan yang bakal kamu terima kalau kekeuh melakukan aktivitas tersebut. Dengan begini, kamu akan tahu berapa banyak cost yang akan kamu keluarkan ketika kamu memilih melakukan satu kegiatan dan dua kegiatan sekaligus. Lalu, tanyakan ke diri kamu, apakah keuntungan yang kamu dapat dengan melanjutkan aktivitas itu sepadan?

Dari artikel ini, sunk cost fallacy membuktikan bahwa untuk mengatur keuangan nggak hanya diperlukan pemikiran yang matang, namun juga kekuatan mental dan kemampuan mengendalikan kontrol diri.

Nah, salah satu cara untuk mengontrol diri agar keuangan nggak boncos adalah dengan melakukan budgeting pada setiap pengeluaran yang kamu habiskan. Biasanya, orang-orang males bikin budgeting karena terkesan ribet harus nulis sana-sini, tapi nggak berlaku jika kamu menggunakan neuBudget dari aplikasi keuangan neu! Yuk, gunakan neuBudget untuk budgeting dan tracking pengeluaran yang anti ribet!


Share

Artikel Terkait

KEUANGAN

Aplikasi Kelola Keuangan untuk Finansial yang Lebih Baik

KEUANGAN

Aplikasi Keuangan untuk Semua Hal, Transfer Hingga Investasi

KEUANGAN

Aplikasi Pengatur Keuangan untuk Finansial Lebih Aman

Ikut gabung dengan 0++ pengguna neu untuk kebebasan finansialmu
qr
arrow
Scan kode QR di samping untuk download di Android dan iOS
iphone