Cara Bertahan Hidup tanpa Penghasilan saat Krisis COVID-19

  • Author
    Umar
  • Posted on
    Apr 17, 2020 05:48 am
  • Readed
    149 Views

Why ‘crisis’, not just a ‘pandemic’?

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah memaparkan sedikitnya terdapat 153 perusahaan yang merumahkan 9.183 orang pekerja karena dampak perlambatan ekonomi akibat pandemi. Selain itu, hingga 1 April 2020, total pekerja yang terkena PHK sebanyak 2.311 orang dari 56 perusahaan.

Pandemi COVID-19 ini, memang bukan waktu yang mudah. Kita semua berhadapan dengan tantangan kesehatan dan juga ekonomi dalam sekali waktu yang sama. Oleh karena itu, dalam masa krisis ini, secara otomatis pengaturan keuangan menjadi jauh lebih krusial dibandingkan sebelumnya.

Turut prihatin bagi pekerja yang dengan terpaksa sudah di-PHK oleh tempat kerjanya, kamu yang sedang dalam masa tidak digaji karena tidak dapat bekerja (unpaid leave), atau kamu yang sedang ketar ketir dirumah menunggu himbauan dari manajemen atas. This too shall pass.

So, here are some tips for your financial survival during the COVID-19 crisis!

Hal ini memang berat tapi bukan artinya tidak bisa kita lalui. Untuk kamu yang sedang dalam masa tidak menerima penghasilan, berikut adalah cara yang bisa kita lakukan agar keuangan tetap terkontrol.

1. Stay Calm & Positive

Ini adalah hal terpenting dari semuanya. Memang berkesan silly, tapi beneran deh. Akan sulit mengatur apapun kalau kepala kamu sudah terlanjur penuh dan panik. Tetap tenang dan fokus pada solusi.

2. Susun dan Hitung #1

Sekarang saatnya kita melakukan kalkulasi. Jika kamu memiliki hutang atau cicilan yang harus dilunasi, saatnya susun apa saja beserta tanggal jatuh temponya. Selain itu, hitung juga biaya sehari-hari yang tetap harus kita bayar. Seperti biaya makan, air dan listrik. Biaya yang memang harus dikeluarkan untuk keberlangsungan hidup sehari-hari.

Mengenai biaya sehari-hari, inilah saatnya kemampuan minimalis, kreativitas dan juga resilient berperan. Contohnya, kalau biasa kalian makan daging rendang setiap hari. Mungkin ini bisa dihemat menjadi 1 kali seminggu, atau bahkan tidak sama sekali dan diganti dengan menu lain yang sesuai dengan anggaran.

3. Susun dan Hitung #2

Setelah melakukan penghitungan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya, dengan kondisi sedang tidak menerima penghasilan pasti akan membuat stres. Ini adalah saatnya kamu menggunakan dana darurat. Sesuaikan berapa banyak dana darurat yang dimiliki, dengan kebutuhan bulanan.

Pertanyaannya, bagaimana jika belum memiliki dana darurat?

Bagus. Artinya kamu akan belajar banyak dari pengalaman hidup yang satu ini. Kamu belajar penting manajemen keuangan, perlunya dana darurat dan hopefully kamu paham bahwa situasi tak terhindarkan juga bagian dari YOLO dan harus dipersiapkan.

Oke, itu lesson learned untuk kita semua mengenai dana darurat. Sekarang bagaimana caranya bertahan hidup jika sudah tidak ada penghasilan sedangkan tetap ada biaya yang harus dikeluarkan?

Kalau begini, susun dan hitung semua aset yang kamu miliki. Bingung bentuk aset? Kalau ada yang memiliki unit link, deposito, dan tabungan berjangka, cairkan segera.

Kalau kamu hanya punya branded items? Coba jual sebagai preloved segera. Kalau hanya punya skincare yang jarang digunakan? Jual sebagai preloved. Punya sneakers berkelas? Jual segera. Baju setumpuk? Jual sebagai preloved.

Cairkan apapun bentuk aset kamu, agar bisa mencukupi biaya bulanan.

4. Bertahan dan Let’s Bounce Higher

Ini saatnya kamu terbuka dengan peluang lain. Mungkin kamu akan punya respon, hah? Peluang lain gimana, orang ini kan lagi pada di PHK. Dalam masa survival seperti ini, ini adalah waktu untuk tetap berusaha, bukan menjadikannya sebagai alasan untuk menyerah.

Coba eksplorasi bisnis dropshipping, reseller, program affiliate marketing atau kemitraan. Bila perlu, coba perbaiki CV dan tetap berusaha melamar ke beberapa perusahaan yang justru melakukan hiring karena operasionalnya meningkat saat ini.

5. Berjiwa Sosial

Walaupun dalam masa seperti ini, tentunya kita tahu apa yang menjadi prioritas kita saat ini. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak boleh berbagi dana sosial. Tentu saja hal ini boleh kita lakukan. Apalagi, bukan hanya kita yang sedang kesusahan, dan niscaya kebaikan ini akan berguna bagi yang menerima dan kita yang berbagi.

Sebagai saran, dalam berbagi dana sosial, tetap bijak dalam perhitungan. Jangan sampai hal ini membuat kamu tidak bertanggung jawab dengan apa yang seharusnya diutamakan.

Singkatnya, situasi sedang berubah. Oleh karenanya, kamu pun harus bisa dapat berubah menyesuaikan diri dengan situasi juga. Tetap jaga kesehatan karena itu juga termasuk hal yang vital. Tetap semangat ya teman-teman!

  • Share

Artikel Terkait