• Share

Diderot Effect. Pasti Kalian Pernah Mengalaminya!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Sep 24, 2020 10:07 am
  • Readed
    32 Views
Apa itu Diderot Effect dan Cara Mengatasinya?

Hello neupeeps!

Pernah bingung sama sikap diri sendiri yang selalu aja tergiur untuk membeli barang-barang yang nggak dibutuhin?

Nah itu tandanya kamu terkena diderot effect!

__________________________________________________________________________

“Kenapa sih namanya diderot?”

Diderot adalah seorang filsafat, dramawan dan sastrawan dari Perancis pada abad ke 18.

Beliau pernah menulis sebuah artikel berjudul “Regrets for my Old Dressing Gown” (1875).

Jadi, Diderot ini pernah menerima sebuah mantel sutra kirmizi yang pastinya bagus banget deh.

Diderot pernah mengalami kesulitan finansial pada tahun 1765, sampai dia menjual perpustakaan yang dia miliki ke Ratu Rusia senilai £1000 atau Rp18.894.185,-

Beliau tinggal di sebuah apartemen, dia merasa kalau mantel yang dia punya nggak sesuai dengan serasi dengan furniture yang dia punya. Oleh karena itu dia memutuskan untuk membeli furniture mewah untuk menyerasikan dengan mantel yang dia punya.

Furniture yang dia beli tidak tanggung-tanggung, seperti sofa elegan yang dibalut kulit Maroko, mengganti meja tulis yang sudah rongsok dengan meja tulis baru, sampai mengganti wallpaper temboknya dengan warna-warna yang cerah dan dia merasa puas karena merasa mantelnya itu berada di tempat yang pas!

Namun karena keputusannya itu, akhirnya dia masuk lagi deh ke dalam masalah kesulitan financial!

Sampai akhirnya dia sadar bahwa apa yang dia lakukan saat ini hanya menghabiskan uang dan merasa diperbudak oleh benda yang dia kagumin.

Nah sejak setelah dia menulis artikelnya, akhirnya sikap boros itu dikenal sebagai Diderot Effect.

Baca: Cemas Dalam Hal Keuangan, Mungkin Kamu Mengalami Financial Anxiety

____________________________________________________________________________

Pada tahun 1988 ada seorang antropolog bernama Grant McCracken menulis jurnal tentang diderot effect ini yang akhirnya meluas dan dikenal sama banyak orang.

Jurnalnya bisa dibaca disini! Creating Diderot unities – quest for possible selves?

Jadi, Apa Itu Diderot Effect?

Singkatnya diderot effect ini adalah sebuah keputusan pembelian yang sifatnya reaktif dan sebenarnya enggak butuh-butuh banget gitu.

Ya bisa dibilang sifat hedonis ya, merasa puas dengan membentuk identitas sosial yang terus menerus membeli barang yang baru.

____________________________________________________________________________

Baca: Financial Independence, Retire Early!

Efek buruk dari Diderot ini adalah kamu akan susah nih membedakan kebutuhan yang mendesak dan rasa keinginan terus menerus karena adanya godaan dari apa yang kamu lihat.

Yhaaa, sejenis spiritual konsumsi gitu deh! harus dan wajib dipenuhi, kalau enggak, ya nggak tenang.

“Gimana ya cara mengatasi supaya terhindar dari Direrot Effect ini?”

Kurangin kebiasaan add to cart e-commerce, kurang-kurangin ke mall dan buat list kebutuhan yang prioritas.

Seperti yang dibilang sama Tyler Durden, tokoh utama di film Fight Club, yang diperankan oleh Brad Pitt, tentang kritik keras terhadap budaya konsumerisme masyarakat modern.

“Kita membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan untuk membuat orang yang tidak kita sukai terkesan.”

_________________________________________________________________________

We would like to remind you to follow our Instagram account here! Always check our feed and tune in to neusession.

See you next week!

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *