Gaji Pertama: Bicara Banyak Tentangmu

  • Author
    andisultan
  • Posted on
    Apr 17, 2020 04:37 am
  • Readed
    188 Views
First thing first, money management.

Hei, kamu harusnya bakal selalu inget nih! Karena soal berapa gaji pertama kamu. Berapapun nominalnya, pasti setiap orang punya cara mengurus yang berbeda-beda juga. Ada yang langsung ludes buat beli barang yang sudah lama diincar, ada yang buat traktiran temen dan keluarga, disimpan, dan ada juga yang 100% dikasih untuk persembahan/bantuan.

Terlepas dari apapun yang kamu lakukan, perlu dipahami kalau sudah bekerja dan memiliki penghasilan, di saat itu juga kamu harus bertanggung jawab lewat kemampuan mengatur keuangan.

Sekarang pikirkan, setelah beberapa waktu berlalu dari euforia senangnya punya gaji hasil kerja sendiri untuk pertama kalinya, apakah pandangan dan kapabilitas kamu dalam mengaturnya sudah membaik?

Kalau belum, berikut 3 indikator sederhana dalam keuangan yang harus kamu ketahui!

So, what are those three things?

Budgeting

  • Mempunyai kontrol anggaran untuk batas pengeluaran, dan tidak pernah melebihi anggaran yang ditetapkan.
  • Melakukan pencatatan mengenai pengeluaran dan pemasukan setiap bulannya.
  • Berkecukupan dari awal bulan hingga akhir bulan, sehingga tidak menggunakan fitur kredit apapun.

Tabungan, bahkan Investasi

  • Begitu mendapatkan gaji, langsung disisihkan sebagai prioritas, bukan sisaan dari seluruh biaya di akhir bulan.
  • Tidak menggunakan apa yang sudah disimpan untuk hal yang konsumtif.
  • Tahu, paham peluang serta resiko karena sudah mencoba sistem kerja dari instrumen investasi seperti saham, reksadana, forex, emas dan lainnya.

Kredit

  • Tidak menggunakan fitur ini untuk hal yang tidak diperlukan. Misalnya: membeli branded item, yang diluar kemampuan.
  • Jikalau memiliki kredit, digunakan untuk hal yang produktif.
  • Paham konsekuensi dari kredit, beserta kalkulasi bunganya.

Kalau dari checklist point di atas kamu sudah dapat di atas 5, bagus!

Artinya kamu sudah memiliki pengaturan finansial yang cukup baik, dan perlu ditingkatkan. Untuk kamu yang belum, wah cukup bahaya nih. Karena bayangan untuk hidup dengan pola paycheck to paycheck (dari gaji ke gaji) akan bisa menghantuimu.

Hidup bergantung dari gaji, bisa diibaratkan seperti lingkaran setan. Tagihan yang harus dilunasi, membeli kebutuhan bulanan, biaya refreshing, biaya ini itu dan gajimu hilang bagaikan uap di kopi panas.

Want some facts?

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan mencatat bahwa indeks literasi keuangan konvensional pada 2016 mencapai 29,7 persen. Peningkatan terus terjadi, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK merampungkan kegiatan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang ketiga pada 2019.

Dari survei tersebut, OJK mencatat bahwa indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen atau naik 8,33 persen dari posisi tahun 2016 yang mencapai 29,7 persen.

Lebih detail mengenai literasi keuangan millennials

  1. Berdasarkan survei dari GoBankingRates, milenial jauh lebih boros ketimbang generasi lainnya.
  2. Hasil laporan tentang keuangan milenial yang dilakukan oleh IDN Research Institute. Dalam laporan bertajuk Indonesia Millenial Report 2019, tercatat bahwa hanya 10,7 persen dari pendapatan yang ditabung oleh milenial. Sedangkan 51,1 persen pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan para milenial.
  3. Dari survei yang sama, dipaparkan bahwa minat generasi milenial terhadap investasi masih rendah dengan persentase hanya sebesar 2 persen

Masih dalam topik yang sama, dapat diketahui bahwa milenial masih terikat dengan kebutuhan dan juga keinginan bulanan yang tinggi. Sehingga pikiran mengenai dana darurat apalagi dana pensiun masih dilewatkan. Padahal hal ini merupakan hal esensial yang harus disiapkan sedini mungkin. Bahkan dari gaji pertamamu.

Satu hal yang harus dihadapi adalah: keadaan ekonomi sedang lemah. Foreclosures, tingginya hutang individual, dan juga kondisi gulung tikar untuk beberapa bisnis sedang mengancam. Oleh karenanya, manajemen keuangan yang baik perlu kamu miliki sekarang.

Here’s what you gotta do....

Tak ada kata terlambat untuk belajar. Berikut adalah hal yang harus dilakukan dalam manajemen keuangan gaji setiap bulannya!

Gaji Dirimu Sendiri

Saat uang jajan atau gaji masuk ke rekening, langsung atur keuangan sesuai skala prioritas. OJK memberikan rumus 40-30-20-10 dalam rencana keuangan. 40% adalah anggaran untuk keperluan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan utang, 20% untuk investasi dan tabungan, serta 10% untuk keperluan sosial. Tabungan, investasi, asuransi kesehatan, dan jaminan pensiun merupakan empat hal wajib yang harus masuk ke dalam rencana keuangan jangka panjang.

Masih dengan konsep rumus juga, United States Senator, Elizabeth Warren dikenal sebagai tokoh yang mengusung 50-30-20 Rule. Satu hari setelah hari gajian, 50% dari gaji harus dikreditkan ke pos biaya bulanan. 30% gaji silahkan dikreditkan ke tabungan dan/atau investasi. 20% dari gaji yang tersisa digunakan untuk membangun dana darurat

Bagaimana bentuk strateginya dan persentasenya silahkan disesuaikan masing-masing ya, tapi yang penting komponen pengeluaran dan pemasukan harus termanajemen dengan baik.

Stock Market Basic

Setelah bisa melakukan manajemen keuangan, tingkatkan kemampuan finansial dengan mempelajari mengenai instrumen finansial. Karena tentunya membeli produk investasi, tidak seperti belanja ke supermarket. Setiap produk memiliki kekurangan dan kelebihannya, serta resiko dan peluang. Analisa ini perlu diketahui agar investasi tidak dijadikan hal yang sifatnya gambling.

Jadi, bagi kamu yang sebentar lagi akan menerima gaji bulanan, tentunya ini kesempatan berharga untuk kamu memaksimalkan apa yang dimiliki. Demi hari-hari yang sejahtera, memang perlu sedikit usaha. Dan usaha itu bisa dimulai dengan langkah kecil seperti mau melakukan manajemen keuangan.

Jangan lupa gunakan neu untuk membantu kamu supaya lebih bisa saving ya! Download sekarang di sini!

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *