• Share

Hati-Hati, Beberapa Tipe Teman Toxic Financial Perlu Kamu Waspadai!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Jan 05, 2021 07:08 am
  • Readed
    172 Views
Waspadai Tipe Teman Toxic Finansial Berikut!

Hello, neupeeps

Kalian punya squad atau gang yang isinya sirkel teman-teman dekat gitu nggak sih?

Well, dari beberapa survei, ternyata selalu ada satu orang di sirkel pertemanan yang rese banget sama kondisi keuangan orang lain entah dalam bentuk nanyain status keuangan, nyuruh buat habisin seluruh uang yang kamu punya pas lagi hangout bareng, atau maksa buat nongkrong pas kamu lagi dalam kondisi kantong kering dengan embel-embel ancaman nggak setia kawan. 

Berdasarkan data dari American Institute of Certified Public Accountants, sebanyak 78% dari individu berusia 25-34 tahun mengatakan bahwa kebiasaan keuangan teman sepermainan merupakan cerminan dari kebiasaan finansial mereka sendiri. Lalu, 66% dari responden tersebut melaporkan bahwa mereka selalu berusaha mengimbangi pengeluaran teman-teman yang berada di sirkelnya. Hal yang bikin kaget adalah, dua pertiga dari mereka yang menjawab mengakui bahwa terdapat pressure tersendiri ketika harus mengimbangi pengeluaran teman-teman di sirkelnya yang berada di luar batas kemampuan seperti makan di tempat fancy atau belanja barang branded mahal.

Teman itu memang penting kehadirannya sebagai support system tapi model teman yang sudah disebutin di atas bisa-bisa bikin kondisi kantong kamu acak-acakan, neupeeps!

Itu artinya kamu harus waspada, ninggalin atau nggak itu urusan kamu, tapi yang paling penting adalah gimana kamu bisa “rem” diri kamu supaya nggak kena racun dari modelan teman seperti ini. 

Simak rangkuman tentang beberapa tipe teman yang financially toxic dan berpotensi untuk  mengganggu financial goals kamu yuk, neupeeps!

Baca: Financial Abuse dalam Relationship: Apa Saja Ciri-Cirinya?

The Bully

The bully ini biasanya yang suka merendahkan dan bikin kamu ngerasa nggak enak tentang kondisi finansial kamu. Padahal biasanya dia juga struggling sama keuangannya tapi nyoba buat ngalihin perhatian ke target lain. Biasanya nih, model bully-nya halus banget neupeeps~

“Hah serius, lo nggak mampu buat bayar segitu doang?”

Your So Called, Friend #1

“Ya elah, segitu mah kecil kali.”

Your So Called, Friend #1

Yah padahal mah kamu tuh bukannya nggak mampu tapi lagi coba saving up aja atau simply memang nggak minat. Pokoknya kalau kamu nemu model teman kayak gini, kamu harus berani speak up, neupeeps. Bilang sejujurnya aja kalau kamu tuh lagi coba buat mengupayakan stabilitas finansial kamu semisal dia mulai berulah pas kamu lagi berusaha untuk stay on budget. You need to remind them that teasing you doesn’t make you feel bad. 

The Pressurizer 

“Ih semuanya ikut, masa lo nggak sih? Nggak seru banget, nggak setia kawan lo!”

Your So Called, Friend #2

“Nggak usah nge-chat gue dalam beberapa hari ke depan kalau lo nanti nggak dateng ke acaranya.”

Your So Called, Friend #2

Nah, kalau teman kayak gini biasanya adalah tipe yang maksa kamu secara halus buat ikut agenda tertentu tapi ending-nya malah guilt-tripping pas kamu berhalangan hadir atau nolak ajakannya, neupeeps.

Intinya, mereka nggak peduli sama alasan penolakan atau ketidakhadiran kamu. Sayangnya, kamu kemudian dibuat merasa bersalah karena nggak bisa keep up dengan model teman kayak gini padahal seharusnya kamu nggak perlu merasa kayak gitu.

It's totally your choice and your right if you wish not to participate

Ngadepin teman kayak gini berarti kamu harus pintar-pintar cari ide kreatif buat bikin dia senang, salah satu contohnya adalah dengan cari substitute semisal kamu berhalangan untuk ikut ke salah satu agenda nongkrong.

Misalnya, kamu lagi nggak bisa ikut buat makan-makan di tempat fancy sama teman-teman tapi kamu akan available kalau semisal diajak video call sama mereka sambil ASMR dengerin teman-teman kamu makan.

Baca: Cemas Dalam Hal Keuangan, Mungkin Kamu Mengalami Financial Anxiety

The Showoff

Ada perbedaan besar antara teman yang memang pengen sharing kebahagiaan sama teman yang purely pengen pamer, neupeeps. Semuanya ada di niat dan teman yang pamer ini pasti sengaja buat showoff dengan rubbing everything in your face karena mereka pengen kamu iri sama status, posisi, harta, atau keuangan mereka.

Tipe teman yang kayak gini udah toxic minta ampun, deh. Trik buat ngadepin teman kayak gini sebenarnya gampang, neupeeps. Kamu nggak perlu kasih reaksi yang mereka inginkan, cukup anggap sebagai angin lalu aja. Justru kalau kamu ngeliatin tanda-tanda iri malah bakal bikin dia senang dan makin tinggi hati, jadi cukup cuekin aja~

The Borrower

Kayaknya tipe teman ini yang paling sering ditemuin deh. Atau jangan-jangan, neupeeps salah satu dari teman yang suka minjem uang nih?

Well, we all have a borrower in our lives — entah yang benar-benar balikin uang yang mereka pinjam tanpa ditagih atau justru yang nggak tau diri sama sekali dan mendadak mendadak amnesia kalau sudah menyangkut hutang. 

Kalau kamu berhati baik dan niat membantu teman kamu yang hobi minjem duit, kamu sebelumnya juga wajib buat mikirin diri kamu sendiri, neupeeps. Misalnya, apakah kondisi keuangan kamu stabil sehingga kalau kamu minjemin uang, hidup kamu nggak akan gonjang-ganjing? Terus kalau semisal dia nggak inget pernah minjem uang, apakah kamu mau bakal ikhlas jadiin sebagai proyek sosial atau bakal nagih karena nggak mau jadi pendonor?

Intinya, jangan sampai nyusahin diri sendiri dengan minjemin uang cuma karena kamu nggak mau dicap sebagai teman durhaka ya, neupeeps

The Enabler

“Udah beli aja, daripada nanti nyesel.”

Your So Called, Friend #3

Padahal kenyataannya saat itu kamu lagi bokek dan mencoba hemat, plus temanmu juga tahu kondisi finansial kamu yang lagi secret. Setelah kamu beli itu barang, ternyata kamu beneran nyesel karena seharusnya uangnya bisa disimpan buat sesuatu yang lebih berguna bukan buat belanjain keinginan impulsif.

Tipe teman enabler ini sebenarnya nggak sadar kalau perilakunya termasuk toxic karena mereka cuma berusaha jadi teman baik yang suporti, termasuk suportif dalam mendorong kamu jadi pribadi yang konsumtif.

Baca: Quarter Life Crisis? Tenang, Kamu Tidak Sendiri

Nah triknya sebenarnya sederhana, kalau kamu ingin belanja mendingan nggak usah ajak teman tipe kayak gini, atau seenggaknya pas belanja cukup bawa uang secukupnya—jadi kalau uangnya habis, omongan si teman kamu nggak akan ngaruh karena uangnya udah gaib bund~


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain.

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *