• Share

Hidup Boros? Waspada Terkena Sindrom Hedonic Treadmill!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Mar 30, 2021 06:43 am
  • Readed
    83 Views
Sindrom Hedonic Treadmill

Hello, neupeeps

Pernah nggak sih kamu udah berhasil dapetin apa yang kamu inginkan, tapi masih aja ngerasa nggak cukup dan belum bahagia? Nah, bisa jadi kamu mengalami hedonic treadmill tuh, neupeeps.

Misalnya nih, kamu pengen dapetin kenaikan gaji dengan nominal tertentu agar bisa lebih bahagia. Tapi pas hal tersebut tercapai, kamu malah merasa ada yang kurang. Pada akhirnya, kamu jadi nggak puas dengan apa yang kamu capai selama ini. Sounds familiar, right?

Di artikel kali ini, neu ingin bahas tentang sindrom hedonic treadmill yang fenomenanya cukup sering terjadi di kalangan masyarakat saat ini. Simak terus, yuk!

Hedonic Treadmill

Melansir dari Positive Psychology, istilah hedonic treadmill pertama kali dikenalkan oleh Brickman dan Campbell (1971) dalam bukunya yang berjudul Hedonic Relativism and Planning the Good Society. Bila diartikan, hedonic treadmill adalah level kebahagiaan seseorang yang tidak berubah atau “stuck” meskipun telah mencapai kesuksesan. 

Jika level kebahagiaan ini diibaratkan sebagai sebuah treadmill di tempat fitness, kamu seperti seseorang yang selalu mengejar sesuatu namun kenyataannya level kebahagiaanmu tetap berada di posisi yang sama. 

Contoh mudahnya bisa dilihat dari tren hidup hedonisme yang berkembang di masyarakat modern. Tren ini seolah-olah meyakinkan banyak orang bahwa standar hidup yang tinggi mampu meningkatkan kebahagiaan. Pada kenyataanya, hal tersebut hanyalah kebahagiaan semu belaka~

Baca: Frugal Living: Hidup Irit Bukan Berarti Pelit

Kok Bisa Muncul Hedonic Treadmill

Menurut Develop Good Habit, hedonic treadmill terjadi karena seseorang merasa akan lebih bahagia jika memiliki sesuatu. Biasanya, saat kamu melihat orang lain berhasil mencapai atau memiliki sesuatu, kamu juga akan terpacu juga untuk mencapai atau memilikinya. 

Nah, orang-orang yang terkena sindrom hedonic treadmill cenderung mengasosiasikan kesuksesan dengan status sosial yang tinggi karena gengsi, sehingga mereka rela melakukan apapun agar dapat terlihat seperti orang sukses. Padahal ada perbedaan besar antara “terlihat sukses” dan sukses yang sebenarnya. 

Dampak Hedonic Treadmill bagi Keuangan

Menurut teori hedonic treadmill, semakin banyak pendapatan seseorang, bukan berarti ia akan semakin bahagia. Di saat yang sama, keinginan dan gaya hidup seiring akan berubah dan bertambah sehingga tambahan pendapatan yang dimiliki akhirnya juga terpakai habis guna memenuhi status sosial dan gengsi. 

Tentunya sindrom hedonic treadmill ini berdampak buruk bagi kesehatan keuanganmu loh, neupeeps. Apabila tidak dihentikan dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi keuangan untuk masa tuamu nanti.

Baca: Work Hard, Play Hard: Taktik Jitu Agar Tetap Bijak dalam Pengeluaran

Cara Terlepas dari Jebakan Hedonic Treadmill

Akui Kamu Memang Terjebak

Cara pertama, kamu harus mengakui bahwa kamu memang terjebak. Setelahnya, kamu nggak akan merasa denial dan justru menyadari bahwa apa yang kamu miliki selama ini ternyata hanya semu belaka. Dengan begitu, kamu akan lebih mempertimbangkan ketika akan memiliki sesuatu dan lebih bersyukur ketika mendapatkan sesuatu. 

Buat Financial Goals

Tujuan dari financial goals ini adalah supaya segala spending yang kamu keluarkan tetap sejalur dengan tujuan keuanganmu. Dengan begini, segala impulse spending akan terminimalisir karena segala pengeluaran sangat bergantung dengan kebutuhan yang tercantum pada tujuan keuangan. 

Praktikan Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis akan membuatmu memaksimalkan hal-hal yang kamu miliki. Artinya, kamu diajak untuk memiliki barang sesedikit mungkin namun mempunyai fungsi yang dapat memenuhi berbagai keperluan. Gaya hidup minimalis akan mengajakmu untuk lebih bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki~

Baca: FOMO Syndrome: Jebakan Maut Buat Keuangan Milenial

Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa memanfaatkan fitur neuBudgeting milik aplikasi keuangan neu, loh! Salah satu problem yang sering ditemukan dari orang-orang yang terkena hedonic treadmill adalah mereka tidak mampu melakukan tracking terhadap keuangan sendiri sehingga seringkali menimbulkan kondisi “lebih besar pasak daripada tiang”. 

Oleh sebab itu, yuk download neu sekarang demi keuangan yang lebih terkelola dengan baik!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

Aplikasi Keuangan neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain. Hanya bisa di neuTransfer!

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kode Referal

Kamu bisa mendapatkan saldo sebesar Rp20.000,00 jika membagikan kode referal yang dimiliki ke user lain. User tersebut juga akan menerima saldo jika Verifikasi Datanya berhasil. Saldo akan diterima dalam bentuk neuPoints.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *