Ingin Hidup Hemat? Tips Keuangan Ala Orang Jerman Ini Patut Ditiru!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Feb 09, 2021 07:00 am
  • Readed
    170 Views
Gaya Hidup Hemat ala Orang Jerman

Hello, neupeeps!

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu setiap dengar negara Jerman?

Hmm, kebanyakan dari kita pasti akan menjawab negara maju dengan teknologi yang canggih dan akses pendidikannya yang inklusif untuk pelajar dari negara manapun. Tapi, kamu tau nggak kalau Jerman juga termasuk salah satu negara di dunia yang paling hemat? 

Really, how?

Yup, warga Jerman memang terkenal hemat banget, neupeeps. Berdasarkan informasi yang diberitakan media Jerman bernama Deutsche Welle, setiap warga Jerman rata-rata menabung 10% dari penghasilannya. Pemerintah setempat juga diberitakan menganjurkan para warganya untuk berbelanja agar indeks ekonomi negara tersebut meningkat. Hal tersebut difaktori akibat bank-bank di Jerman yang merasa kesal karena warga sana memiliki begitu banyak deposito di dalam tabungan mereka.

Impressive, no? Usut punya usut, perilaku hemat masyarakat Jerman sudah tertanam dari lama, loh.  Robert Muschalla, seorang kurator seni untuk pameran Saving — History of a German Virtue di Berlin, membenarkan pernyataan tersebut. Melalui pamerannya, ia mengungkap sejarah menabung di Jerman telah dimulai dari awal abad ke-19.

Hmm, menarik ya? Terus gimana nih caranya mempraktekkan hidup hemat ala orang Jerman? Relax, kita sudah rangkum beberapa kebiasaan yang bisa kamu aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Check it out!

Baca: Lagom: Gaya Hidup Sederhana Ala Orang Swedia Ini Patut Dicontoh!

Hindari Penggunaan Kartu Kredit, Cash is #1!

Di jaman yang sudah beralih ke cashless society ini, 80 persen transaksi di Jerman masih dilakukan secara cash. What? Yup, kebanyakan orang Jerman justru lebih suka membayar sesuatu dengan tunai ketimbang kredit. Malah kebanyakan toko di sana nggak menyediakan sistem pembayaran pakai kartu, loh!

Whoa, that’s shocking. Padahal kan lebih praktis pakai kartu atau cashless, ya? Betul, tapi orang Jerman nih anti banget sama konsep berbagi data ke orang lain. Buat mereka, keamanan dan privasi data jauh lebih penting dibanding dengan kemudahan yang ditawarkan dari penggunaan kartu atau cashless

Dalam sebuah interview yang digelar media Deutsche Welle, kebanyakan dari warga Jerman mengakui kalau membayar dengan cash maka mereka lebih mampu mengontrol keuangan. Hmm, betul sih dengan bayar tunai kamu bisa tau berapa banyak pengeluaran kamu. Sedangkan dengan kartu kredit, kamu merasa masih punya banyak uang padahal utangmu justru yang bertambah. Belum lagi ada bunganya!

Baca: 6 Langkah Memulai Minimalist Budget untuk Menghindari The Debt Cycle

Kurangi Belanja Online

Di Jerman, pertumbuhan e-commerce nggak segencar seperti di negara-negara lain. Oleh karenanya, budaya belanja online pun jumlahnya nggak semasif layaknya di Indonesia. Bahkan, dibandingkan Inggris, Jerman justru punya persentase transaksi belanja online yang lebih rendah. 

Nah, cara orang Jerman dengan mengurangi belanja online ini bisa kamu aplikasikan biar kantong lebih hemat, neueeps. Nggak bisa dipungkiri, belanja online adalah salah satu faktor yang bikin kantong kita bocor karena penawaran menarik yang ada. Ya nominal belanjanya sih sedikit, tapi sering banget checkout setiap ada promo dan tanggal kembar. Yuk, mulai sekarang kontrol diri masing-masing untuk bedain mana yang kebutuhan dan keinginan karena trend semata!

Baca: 5 Tips Hemat Ketika Belanja Online!

Jadikan Menabung Sebagai Kebiasaan!

Seperti yang sudah disinggung di awal, masyarakat Jerman mulai menabung sejak awal abad ke 19. Pemerintah negeri tersebut mendoktrin masyarakatnya soal betapa pentingnya menabung. Selain untuk mempersiapkan masa depan, menabung dinilai sebagai wujud patriotisme masyarakat untuk berkontribusi kepada negara yang saat itu membutuhkan biaya perang.

Baru deh setelah Perang Dunia usai, bank-bank di Jerman mengganti slogan mereka dan menjelaskan bahwa kegiatan menabung adalah gaya hidup—bukan kewajiban patriotis. Akibat dari doktrin tersebut, masyarakat Jerman mulai terbiasa untuk menabung dalam keadaan apapun.

Nah, fenomena di Jerman ini membuktikan bahwa perlu proses yang membutuhkan waktu untuk menjadikan menabung sebagai sebuah kebiasaan. Di Jerman sendiri, pemerintah harus mendoktrin terlebih dahulu dengan membawa embel-embel patriotisme agar masyarakatnya gemar menabung. Namun, kebiasaan ini justru telah menjadi aktivitas turun-temurun sampai saat ini!

Baca: 4 Tips Untuk Kalian yang Sulit Menabung

Investasi Properti

Meskipun gemar menabung, orang Jerman justru sangat konservatif dalam urusan investasi, loh. Mereka lebih suka berinvestasi di properti dibandingkan di pasar modal. Bagi mereka, investasi di properti cenderung lebih aman dibandingkan di pasar modal yang terkesan gambling alias untung-untungan. 

Sebenarnya, nggak ada salahnya sih buat investasi di pasar modal. Tapi bagi kamu yang masih pemula dan belum punya ilmu serta analisis yang mumpuni terkait investasi di pasar modal, mungkin investasi di properti akan menjadi opsi yang lebih secure. Boleh juga loh untuk diversifikasi investasi, misalnya dengan menyisihkan 30% untuk KPR dan 10% untuk ditanamkan di pasar modal~

Baca: Mending Menabung atau Investasi Ya?

Menjamu Tamu Sesuai Kapasitas

Di Indonesia, tamu selalu dijamu bagaikan raja. Bahkan nggak jarang melihat sang tuan rumah sampai rela keluarin banyak uang untuk membelikan ini itu demi menjamu si tamu. Di Jerman, justru ada adab bertamu sendiri yang cukup unik, loh. Mereka yang datang bertamu wajib membawakan sesuatu. Jadi, nggak ada tuh istilah datang bertamu ke rumah orang dengan tangan kosong. 

Semisal kamu lagi bertamu di rumah orang Jerman, jangan sekali-kali jawab “Nggak usah repot-repot” pas ditawarin minum. Kalau kamu bilang gitu, pasti nggak akan disuguhi apa-apa. What?! Yes, meski kamu seharian bertamu di sana, kamu nggak akan dikasih minum setetes pun kecuali kamu minta sendiri.

Huh, pelit amat deh orang Jerman! Hahaha, percayalah mereka bukan pelit tapi mereka punya prinsip untuk kepit dompet bagi diri sendiri. Tips ini juga bisa kamu praktekkan loh, nggak harus sampai jadi pelit tetapi seenggaknya kamu tau kemampuan dompetmu saat ingin menjamu atau traktir orang lain. Terlalu royal malah bikin kamu sengsara sendiri, bukan??

Dari beberapa tips di atas, ada yang tertarik untuk kamu cobain nggak, neupeeps? Oh iya, biar lebih hemat lagi, jangan lupa untuk unduh aplikasi keuangan neu di PlayStore atau App Store, ya!

neu punya beragam fitur menarik yang akan membantumu mencapai kebebasan finansial, salah satunya dengan neuTransfer yang bikin transfer antar bank gratis jadi nggak perlu pusing mikirin biaya admin Rp6.500,- deh!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

Aplikasi Keuangan neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain.

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *