• Share

Ketahui Fenomena Lifestyle Inflation saat Gaji Bertambah dan Cara Mengatasinya

  • Author
    Umar
  • Posted on
    Aug 04, 2020 11:10 am
  • Readed
    59 Views
“There are no regrets in life, just lessons.” — Jennifer Aniston

Setiap pekerja, pasti mendambakan kenaikan gaji atas hasil kerja keras kita selama ini. Tak hanya untuk memotivasi, kenaikan gaji juga dapat membantu kita dalam mewujudkan financial goals yang selama ini kita kejar.

Akan tetapi, saat gaji kita naik, biasanya pengeluaran kita juga akan naik. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membeli sesuatu yang selama ini, belum bisa dibeli karena faktor keadaan uang. Nah fenomena tersebut, adalah Lifestyle Inflation — di mana terjadi kenaikan pada pengeluaran pribadi saat gaji bertambah.

Apakah itu hal yang buruk?

Nggak juga sih. Karena sebagian lifestyle inflation itu baik dan merupakan hal yang natural, seperti:

  • Pindah ke rumah yang lebih layak atau daerah yang lebih strategis.
  • Mengganti kendaraan yang sudah tua dengan yang baru.
  • Berhenti memakai pakaian yang rusak dengan membeli pakaian baru yang lebih nyaman.

Lalu, apa yang membuat lifestyle inflation itu buruk?

Saat kita mulai boros dan gak bisa mengontrol pengeluaran. Kenapa? Karena hal itu dapat mempersulit kita dalam melihat tujuan yang lebih besar. Seperti membangun dana darurat, KPR, investasi, dan tabungan pensiun.

When it comes to building real and sustainable wealth, earning more money is only one piece of the puzzle.

Baca: 6 Langkah Memulai Minimalist Budget untuk Menghindari The Debt Cycle

Nah, apabila fenomena lifestyle inflation sudah semakin memburuk bagi dirimu, berikut 5 cara untuk mengatasinya agar keuanganmu tetap stabil!

1. Curhat ke Ahli Keuangan atau Pasangan

Pemborosan akan mudah terjadi saat lagi sendiri. Kalau kamu khawatir akan terkena dampak buruk lifestyle inflation, pasangan atau ahli keuangan bisa membantumu dalam menjaga kesehatan keuangan secara konsisten.

2. Tetapkan Rencana Keuangan Jangka Panjang dan Pendek

Sangat mudah untuk membuang-buang uang saat kamu gak punya tujuan. Maka dari itu, menetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang merupakan langkah yang penting. Setelah itu, buat rencana spesifik untuk mencapainya.

3. Ketahui Semua Pengeluaran dan Penghasilan

Sebagian orang, masih belum mengetahui persis berapa uang yang mereka hasilkan, dan berapa uang yang mereka keluarkan. Selain itu, kita juga perlu tahu kenapa kedua angka itu bisa berkesinambungan demi menjaga lifestyle inflation yang kian memburuk.

Baca: No-Spend Challenge, Berani Coba?

4. Mengelola Keuangan dengan Memulai Personal Budgeting

Apa pun budgeting strategies yang kamu pilih, tujuan dasarnya sama: Dengan budgeting, kamu belajar untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menghilangkan pemborosan, dan memprioritaskan pengeluaran pada apa yang paling penting bagi kamu.

5. Gunakan Autodebet untuk Memindahkan Budget

Saat kamu memindahkan budget dari rekening gajian ke rekening tabungan/investasi dan rekening pengeluaran harian secara otomatis, ini akan bisa membantumu lebih berkomitmen untuk mencapai tujuan di masa depan. Tapi ingat, jangan sampai kalian terjebak dalam Debt Cycle ya!

Intinya, cara terbaik buat membatasi lifestyle inflation adalah menjadi proaktif. Jangan menunggu sampai kita menghasilkan lebih banyak buat mencari tahu apa yang harus dilakukan. Karena mencegah, lebih baik daripada mengobati.

Saat kita memberi tahu ke mana uang kita pergi dengan personal budgeting, uang itu pasti akan mendengarkan. Dan saat kita gak melakukannya, kehilangan atau kelupaan dalam mengeluarkan uang akan sering terjadi. Dengan membuat rencana untuk pertumbuhan pendapatan, kita bisa memastikan setiap rupiah yang dihitung.

Selamat mencoba neupeeps!

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *