• Share

Lagom: Gaya Hidup Sederhana Ala Orang Swedia Ini Patut Dicontoh!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Feb 08, 2021 06:34 am
  • Readed
    99 Views
Gaya Hidup Lagom yang Sederhana

Hello, neupeeps!

Pernah dengar nggak negara apa yang paling bahagia di dunia? Menurut World Happiness Report 2020, sebuah survei tahunan yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara Skandinavia yang lokasinya ada di Eropa Utara seperti Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Swedia adalah beberapa negara yang menempati peringkat atas sebagai negara paling bahagia di dunia. 

Pernah kepikiran nggak, kira-kira faktor apa yang bikin negara macam Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Swedia sampai dikasih predikat negara paling happy sedunia?

Nah, ternyata gaya hidup yang dijalani orang-orang di sana itu berpengaruh dan menjadi kunci sukses dalam memberikan kebahagiaan, loh. 

Nah, di artikel kali ini, kita akan bahas tentang lagom—gaya hidup yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari orang Swedia. Hah, kok namanya lucu banget deh?

Well, itu bahasa Swedia sana yang artinya in-balance atau seimbang, neupeeps. Lebih lanjutnya, scroll down terus artikel ini sampai habis, ya! Cekidot~

Lagom, Maksudnya Gimana Tuh?

Seperti yang sudah dibahas di atas, lagom artinya in-balance atau seimbang. Niki Brantmark, seorang penulis terkenal asal Swedia, mengisahkan bahwa lagom di Swedia sudah diibaratkan sebagai seni dalam menjalani kehidupan yang seimbang. Nah, jika kebanyakan gaya hidup minimalis menjunjung tinggi prinsip “less is more”, lagom ini justru berfokus pada prinsip moderasi di mana semuanya harus seimbang, nggak boleh lebih dan nggak boleh kurang. 

Anna Brones, penulis keturunan Swedia-Amerika dalam bukunya yang berjudul Live Lagom: Balanced Living the Swedish Way, menyarankan agar lagom diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sependapat dengan Anna, Jessamy Hibberd, psikolog klinis asal Inggris yang juga merupakan best-selling author di negaranya, menyatakan bahwa gaya hidup lagom yang menjunjung tinggi kesederhanaan adalah solusi yang tepat untuk mental healing  di tengah kesibukan masyarakat yang modern. 

Hmm, terus gimana sih caranya menerapkan gaya hidup lagom ini? Well, sebenarnya praktik-praktik ini sudah lumayan dekat dan familiar di telinga kita sehari-hari loh, neupeeps.

Baca: Mau Hidup Hemat? Berikut 6 Cara Menghabiskan Uang dengan Bijak

Work-Life Balance

Nah, hal ini penting banget buat jadi reminder bagi diri kamu, neupeeps! Percaya atau nggak, masyarakat Swedia sangat anti sama yang namanya lembur. Prinsip “work hard, play hard” dan bekerja di luar working hours bagi mereka itu nggak banget. Yes, pekerjaan memang penting tapi jangan lupa untuk tetap menyeimbangkannya dengan kehidupan, okay?

Sampai saat ini, masih banyak banget orang di luar sana yang mengglorifikasi lembur sampai malam padahal itu nggak sehat dan menunjukkan kalo working environment kamu itu toxic. Jadi, setelah selesai kerja, jangan lupa untuk manjain diri kamu dengan kegiatan yang kamu suka sebagai reward. Entah sesederhana nonton beberapa episode drama Korea, baca buku, atau chatting dengan orang-orang tersayang.

Baca: Alasan Kenapa Harus Punya Pekerjaan Sampingan!

Pangkas Barang di Rumah

Sama seperti prinsip KonMari milik Marie Kondo, hal yang dapat kamu lakukan untuk memulai gaya hidup lagom adalah memangkas barang-barang dirumah dengan memilah barang-barang mana saja yang benar-benar kamu butuhkan. Kalau kamu bingung mulainya dari mana, kamu bisa pisahkan pakaian yang sudah nggak pernah kamu gunakan lagi dan menggantinya dengan pakaian yang sering digunakan saja~

Prinsip ini juga berlaku ketika ingin mengelola keuangan loh, neupeeps. Hukumnya wajib untuk buat perencanaan secara rutin supaya kamu bisa keep track dan mengetahui hal-hal mana saja yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Dengan begini, kamu bisa memprioritaskan kebutuhan yang perlu didahulukan. Hmm, tapi gimana sih cara bedain kebutuhan dan keinginan? Simpel banget, neupeeps! Jika kebutuhan nggak terpenuhi, hidupmu nggak akan berjalan lancar seperti makan, tempat tinggal, dan pakaian yang secukupnya~

Baca: Tips Mengatur Keuangan ala Marie Kondo Biar Dompet Kamu Happy!

Take A Break! 

Di Swedia, ada budaya bernama fika paus yang artinya coffee break. Fika paus dapat didefinisikan sebagai istirahat sejenak di tengah-tengah jadwal atau aktivitas yang padat. Wajib banget buat neupeeps take note, nih! Rehat sejenak itu hal yang wajar loh biar pikiran nggak kalut dan campur aduk, so if you feel that you’re exhausted, please don’t force yourself and take a break for a little while!

Kalau di Swedia, fika paus biasanya dilakukan dengan bersosialisasi bareng rekan-rekan di kantor sambil nyemil snack dan minuman kecil. Sudah jadi pemandangan yang normal bagi rekan-rekan kerja di Swedia dengan jabatan serta departemen yang berbeda untuk saling kumpul dan ngobrol bareng saat fika paus. Menurut masyarakat sana, perusahaan akan sukses jika orang-orang di dalamnya juga bahagia!

Nah, kalau kita analogikan dalam pengelolaan keuangan, nggak ada salahnya juga buat kamu untuk menganggarkan sebagian dari penghasilan yang didapat untuk dana hiburan. Tapi inget loh ya, alokasi untuk dana hiburan ini nggak boleh lebih besar persentasenya dari pengeluaran kebutuhan.

Baca: Latte Factor: Pengeluaran Kecil Yang Bikin Kantong Boros!

Sharing Happiness!

Masih berkelanjutan dari pembahasan sebelumnya, prinsip lagom yang memfokuskan sosialisasi berusaha untuk menciptakan manusia yang nggak individualis dengan membiasakan orang-orang untuk mementingkan kelompok dan kebersamaan melalui fika paus. Bagi orang Swedia, kebahagiaan bagi mereka nggak hanya didapat dari kesenangan pribadi tapi juga dengan membahagiakan orang lain. 

Baca: FOMO Syndrome: Jebakan Maut Buat Keuangan Milenial

Membahagiakan orang lain nyatanya nggak harus dengan big gesture kok. Sesederhana mengapresiasi usaha seseorang dengan mengatakan “you did well” atau mengucapkan “have a nice day” itu sudah termasuk membahagiakan orang lain loh, neupeeps

Jika kamu mau membahagiakan orang lain dengan bentuk yang lebih nyata, yuk gabung dengan membantu para UKM melalui pendanaan neuGrow di aplikasi keuangan neu! Kamu juga bisa mendapat imbal hasil yang menarik, loh!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

Aplikasi Keuangan neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain.

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *