• Share

Latte Factor: Pengeluaran Kecil Yang Bikin Kantong Boros!

  • Author
    Putra
  • Posted on
    Dec 15, 2020 04:04 am
  • Readed
    171 Views
Apa Itu Latte Factor? Si Pengeluaran Kecil yang Bikin Boros?

Hello, neupeeps!

Pernah nggak sih kamu merasa uang gajian kamu cepat habis? Padahal kamu sudah berusaha hidup sehemat mungkin?

Belanja online sudah dikurangi, nongkrong sama teman dibatasi, bahkan jalan-jalan impulsif-nya pun juga jarang. Tapi kenapa ya kok cepat banget uangnya ludes?

Hmm, mungkin uang kamu cepat banget habis karena latte factor tuh, neupeeps!  

Latte Factor, Apa Tuh Maksudnya?

Membahas sejarahnya sedikit, latte factor ini merupakan istilah yang pertama kali dikenalkan oleh pakar keuangan Amerika bernama David Bach. Latte factor sendiri merujuk kepada pengeluaran-pengeluaran kecil yang nggak kita sadari sebenarnya nggak begitu penting tapi sering dilakukan dan ketika dijumlahkan bernominal besar. 

Nah, karena “intensitas”-nya yang terbilang sering inilah yang membuatnya menjadi cukup sulit dihilangkan.

Loh kenapa, kok bisa gitu? Sebab latte factor ini sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari gaya hidup sehari-hari sehingga untuk merubahnya perlu proses yang nggak instan, neupeeps.

Baca: Financial Abuse dalam Relationship: Apa Saja Ciri-Cirinya?

Contoh Latte Factor Apa Saja, Ya?

Latte factor ini menjadi fenomena relatable yang sering ditemukan di kehidupan zaman now, neupeeps~

Contoh gampangnya adalah jajan kopi. Memang nggak ada yang salah dengan jajan kopi, apalagi jika kamu sendiri adalah pribadi penikmat kopi yang caffeine intake-nya perlu terpenuhi setiap hari. Tapi jika pengeluaran jajan kopi kamu diakumulasikan dalam sebulan pasti totalnya akan mencengangkan. 

Sama halnya dengan kebiasaan membeli makanan via ojek online. Dengan semakin majunya teknologi, masyarakat jadi cenderung untuk memilih segala hal yang lebih “praktis” karena nggak mau repot. Tapi kalau dipikir-pikir keseringan order makanan via ojek online juga bisa bikin kantong bocor, apalagi dengan tarif ongkos kirim yang kian waktu juga mengalami kenaikan. 

Contoh latte factor lainnya adalah rokok, air mineral kemasan, atau transportasi online. Jadi biar kantong tetap aman, neupeeps perlu banget nih untuk cari ide kreatif supaya tetap bisa hemat tapi “latte factor”-nya juga tetap terpenuhi. Misalnya jajan ketika lagi  sedang ada promo atau cashback saja~

Baca: Ingin Berhemat? 5 Aplikasi Keuangan Ini Solusinya

Biaya Transfer Antar Bank Juga Termasuk Latte Factor, Loh!

Sadar atau nggak, transfer antar bank juga termasuk ke dalam latte factor, loh. Apalagi kalau dalam sebulan kamu sering melakukan transaksi transfer antar bank yang berbeda.

Meskipun nominalnya nggak seberapa, tapi kalau dilakukan rutin bisa-bisa kantong kamu juga ikut kering, neupeeps. Seperti kata salah satu peribahasa, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”~

Tapi neupeeps sekarang nggak perlu khawatir soal biaya transfer tersebut! Neu disini hadir sebagai aplikasi transfer gratis yang memungkinkan kamu untuk transfer antar bank tanpa perlu terkena biaya admin.

Enak banget kan bisa berhemat biaya transfer?


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

Neu adalah aplikasi transfer gratis dan budgeting yang memudahkan kamu untuk mengelola keuangan sehari-hari.

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain.

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *