• Share

Mending Menabung atau Investasi Ya?

  • Author
    Umar
  • Posted on
    Jun 19, 2020 11:12 am
  • Readed
    52 Views
To be honest, both of them are necessary in our financial journey.

Ketika kita mulai mempunyai pendapatan dari gaji, freelancing, bisnis, reseller, atau apapun itu, pasti kamu akan mulai berpikir:

“Setelah bayar kebutuhan dan kewajiban, apakah semuanya memang seharusnya dihabisin?”

“Kalau gak dihabisin, enaknya diapain ya?”

Kamu pasti sering dibilangin orang tua, kalau mau apapun itu harus cari uang dan nabung untuk beli sesuatu yang kamu mau.

Nah, banyak orang yang berpikir seperti, “nabung ntar aja deh masih banyak yang mau dibeli”, YOLO, “rejeki juga udah diatur”, dan lain-lain. Tetapi ada baiknya kita menyisihkan sebagian pendapatan kita di awal bulan untuk menabung atau investasi. 

Nah, ada dilema lagi, lebih baik menabung atau investasi ya? Bedanya apa sih? Apakah harus salah satu?

Baca: Mau Hidup Hemat? Berikut 6 Cara Menghabiskan Uang dengan Bijak

Kamu harus tahu dulu investasi itu apa.

Investasi adalah sebuah proses menempatkan uang untuk disimpan dengan ditempatkan pada instrumen keuangan tertentu demi mengharapkan kenaikkan nilai di masa depan. Tentunya kenaikan nilai ini, bisa didapat dengan investasi yang tepat dan bijak pastinya.

Nah, kenapa dengan investasi duitnya bisa bertambah? Karena, adanya kenaikan nilai dari instrumen keuangan tersebut. Misalnya nih, kamu investasi emas 5 tahun lalu, pas kamu beli harga per gramnya Rp500,000, sekarang udah sekitar Rp800,000. Mungkin berat emas yang kamu punya sama, hanya 1 gram. Tapi nilai tukarnya udah naik jadi 800 ribu dan berarti kamu udah untung 300 ribu, kan? Kira-kira seperti itulah kenapa uang bisa bertambah dengan investasi.

Kamu juga harus ngerti kenapa investasi itu dibutuhkan, jadi investasi ini dibutuhin buat mencapai suatu tujuan keuangan. Misalnya biaya beli rumah, dana pendidikan, dana pensiun, dana nikah (gak perlu nunggu ada pasangan dulu loh), atau sekedar dana darurat. 

Bukannya nabung aja udah cukup ya?

Karena kenyataannya, kenaikan biaya-biaya per tahun itu lebih besar dari bunga yang kita dapat. Dengan hanya tabungan konvensional (akun debit/deposito, biasa ~2%), inflasi (kenaikan harga) Indonesia itu secara rata-rata 3% per tahun.

Tapi coba dilihat lagi untuk hal-hal yg lebih detail misalnya biaya pendidikan, kenaikan harganya bisa sampai 10-15% per tahun. Nah, makanya akan susah kalau kamu cuma menabung dengan bunga 2%.

Nabung ya tetap harus. Tapi gak ada salahnya juga kita mulai menyisihkan sebagian dana kita untuk investasi, dengan harapan bisa dapet imbal hasil yg lebih besar.

Baca: Anti Bergantung pada Gaji, Lewat 3 Level Finansial Ini

Intinya, jika kamu ingin memiliki dana darurat dalam jangka waktu pendek, silahkan menabung. Tapi kalian lebih memilih jangka panjang, maka berinvestasilah.

Kira-kira itulah perbedaan antara menabung dan investasi. Sebagai saran, mungkin alangkah lebih baiknya jika kamu menerapkan kedua untuk mencapai kehidupan finanacial yang lebih independen.

Jangan lupa untuk men-download Personal Budgeting tracker untuk membantu kamu dalam mengatur keuangan setiap bulannya ya!

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *