Sunk Cost Fallacy: Toxic Relationship dalam Dunia Keuangan

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Apr 20, 2021 06:44 am
  • Readed
    76 Views
Kenalan Yuk Sama Sunk Cost Fallacy

Hello, neupeeps!

Pernah dengar sunk cost fallacy, nggak? Biasanya toxic relationship umumnya digunakan ketika kita membicarakan tentang masalah percintaan, tapi dalam dunia keuangan, konsep toxic relationship melekat pada pola yang digambarkan oleh istilah sunk cost fallacy.

Sebelum ngomongin sunk cost fallacy, akan lebih baik kalau kita pahami dulu konsep toxic relationship, yuk! Toxic relationship merupakan kondisi di mana salah satu pihak dalam hubungan merasa dirugikan baik fisik maupun mental oleh pihak lainnya, namun tetap ingin meneruskan hubungan tersebut walaupun tau bahwa ada kerugian yang menanti di hadapan.

Konsep toxic relationship ini sebenarnya mirip banget dengan sunk cost fallacy pada hal keuangan yang akan kita bahas. Yuk, simak lebih lanjut tulisan di bawah ini, neupeeps!

Baca: Terapkan Detoks Keuangan Supaya Kantong Jadi Hemat!

Sunk Cost Fallacy

Layaknya toxic relationship, sunk cost fallacy terjadi pada keuangan seseorang ketika ia memutuskan untuk melanjutkan suatu kegiatan meskipun tau akan merugi karena merasa telah terlanjur menginvestasikan banyak hal di masa lalu, mulai tenaga, waktu, sampai uang.

Misalnya, kamu sudah mengeluarkan uang 500 ribu untuk sebuah konser. Rupanya, pada hari H kamu memiliki keperluan mendesak di lokasi yang berlainan arah dengan venue konser. Alih-alih membatalkan kedatangan ke konser, kamu tetap memaksa untuk melakukan dua kegiatan tersebut sekaligus, walaupun sebagai gantinya kamu harus menambah biaya transportasi sebesar Rp150 ribu dan nggak mengikuti konser dari awal.

Nah, biaya tambahan yang kamu keluarkan karena sayang dengan investasi terdahulu sebesar Rp500 ribu inilah yang menempatkanmu dalam sunk cost fallacy. Alih-alih hemat kamu malah jadi boros, apalagi kalau frekuensi kejadiannya sering banget terjadi~

Baca: Jaga Kesehatan Keuangan dengan Financial Check Up

Menghindari Sunk Cost Fallacy

Terapkan Mindset “Yang Terjadi di Masa Lalu Nggak Akan Bisa Kembali” 

Untuk menghindari pengulangan sunk cost fallacy, cobalah untuk nggak terlalu menganggap biaya yang dikeluarkan di masa lalu. Anggap aja pengeluaran tersebut udah nggak bisa kembali, layaknya kamu lagi belanja dengan sistem no refund policy

Hitung Total Kerugian Tambahan

Kalau kamu masih merasa boncos, coba hitung kembali deh total kerugian tambahan yang bakal kamu terima kalau kekeuh melakukan aktivitas tersebut. Dengan begini, kamu akan tahu berapa banyak cost yang akan kamu keluarkan ketika kamu memilih melakukan satu kegiatan dan dua kegiatan sekaligus. Lalu, tanyakan ke diri kamu, apakah keuntungan yang kamu dapat dengan melanjutkan aktivitas itu sepadan?

Baca: Hidup Boros? Waspada Terkena Sindrom Hedonic Treadmill!

Dari artikel ini, sunk cost fallacy membuktikan bahwa untuk mengatur keuangan nggak hanya diperlukan pemikiran yang matang, namun juga kekuatan mental dan kemampuan mengendalikan kontrol diri.

Nah, salah satu cara untuk mengontrol diri agar keuangan nggak boncos adalah dengan melakukan budgeting pada setiap pengeluaran yang kamu habiskan. Biasanya, orang-orang males bikin budgeting karena terkesan ribet harus nulis sana-sini, tapi nggak berlaku jika kamu menggunakan neuBudget dari aplikasi keuangan neu! Yuk, gunakan neuBudget untuk budgeting dan tracking pengeluaran yang anti ribet!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

Aplikasi Keuangan neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain. Hanya bisa di neuTransfer!

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kode Referal

Kamu bisa mendapatkan saldo sebesar Rp20.000,00 jika membagikan kode referal yang dimiliki ke user lain. User tersebut juga akan menerima saldo jika Verifikasi Datanya berhasil. Saldo akan diterima dalam bentuk neuPoints.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *