Tertarik Investasi? Yuk, Pelajari Profil Risiko Terlebih Dahulu!

  • Author
    Leo
  • Posted on
    Feb 19, 2021 06:51 am
  • Readed
    18 Views
Pelajari Profil Resiko Sebelum Investasi

Hello, neupeeps!

Sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya bagi kamu untuk mengetahui profil risiko terlebih dahulu supaya kamu dapat memilih produk investasi yang tepat dalam menunjang tujuan keuangan di masa depan. 

Sepenting itu kah profil risiko? Yup, penting banget karena hubungannya sangat erat dengan kejiwaan dan pengendalian diri seseorang. Kalau sembarangan berinvestasi soalnya akan bahaya banget dampaknya, neupeeps.

Sudah banyak ‘kan nyawa yang hilang di luar sana karena perilaku investornya yang teledor dalam berinvestasi?

Apa Itu Profil Risiko?

Saat berinvestasi, prinsip “high risk, high return” penting banget untuk diingat. Kebanyakan orang terutama investor pemula di luar sana hanya fokus sama high return-nya saja, padahal keuntungan yang tinggi dalam berinvestasi itu juga diiringi dengan risiko yang tinggi pula. Makanya, saat realita nggak berjalan sesuai ekspektasi jadi banyak yang oleng deh. 

Profil risiko merupakan gambaran terhadap ketahanan diri kita dalam mentoleransi risiko yang terjadi saat berinvestasi. Misalnya, kamu memilih untuk menanamkan uang di instrumen investasi yang imbal baliknya tinggi, berarti di sisi lain kamu juga telah siap menanggung risiko semisal ada badai menerjang.

Baca: Wajib Dihindari, 4 Kesalahan Fatal dalam Investasi

Kenapa Harus Tahu Profil Risiko?

Jawabannya sederhana, neupeeps. Supaya kita tahu betul instrumen investasi mana yang cocok dengan profil risiko kita karena di luar sana banyak banget instrumen investasi yang menawarkan berbagai keuntungan tapi disertai pula dengan risiko yang berbeda.

Jika kita sampai salah pilih instrumen investasi yang nggak sesuai profil risiko, sudah dipastikan hidup kita nggak akan nyaman karena dihantui dengan stress. Sampe segitunya? Yes, salah pilih instrumen investasi itu damage-nya besar banget, nggak hanya diri kita yang bisa stress dan depresi tapi tujuan keuangan di masa depan juga bisa meleset.

Jenis Profil Risiko dalam Investasi 

Konservatif

Tingkat konservatif adalah mereka yang memiliki toleransi tipis terhadap risiko saat berinvestasi, neupeeps. Gampangnya, mereka yang profil risikonya ada di tingkat ini mudah banget panik dan insecure sehingga mereka lebih mementingkan produk investasi yang aman dan terjamin.

Biasanya, investor pemula cenderung memilih profil risiko yang konservatif. Tentunya pemilihan ini adalah hal yang bagus karena kamu bisa belajar untuk mengenali situasi terlebih dahulu daripada terlalu terburu-buru ingin cuan gede tapi pikiran stress kemana-mana karena melihat pasar yang bergejolak. 

Rekomendasi: deposito, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, surat utang negara.

Baca: Tertarik Investasi Lump Sum? Perhatikan Dulu Hal ini!

Moderat

Nah, kalau tingkat yang moderat ini adalah mereka yang sudah berani menanggung risiko tapi di saat yang bersamaan juga masih berhati-hati dengan membatasi investasi pada produk-produk yang berisiko tinggi. 

Makanya, mereka yang berada di tingkat moderat cenderung melakukan diversifikasi pada investasi mereka. Gunanya adalah untuk meminimalisir risiko yang terjadi sehingga cuan dalam bentuk imbal balik juga lebih tinggi dibanding tingkat konservatif.  

Rekomendasi: reksadana campuran.

Baca: Jangan Sampai Tertipu, Trik Jitu Hindari Investasi Bodong

Agresif

Mereka dengan profil risiko yang agresif adalah orang-orang yang suka dengan tantangan dan berani mengambil risiko yang tinggi. Bagi mereka, fluktuasi harga justru membuat adrenalinnya mengalir kencang dan menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan diversifikasi portofolio.  

Biasanya, mereka yang berada di tingkat ini adalah orang-orang yang sudah terjun lama dalam dunia investasi sehingga tahu betul apa yang harus dilakukan ketika risiko sedang menghadang. 

Rekomendasi: saham, reksadana saham.

Dari tiga profil risiko di atas, kamu tinggal sesuaikan saja dengan kondisimu ketika ingin mulai berinvestasi. Oh iya, aplikasi keuangan neu juga menyediakan fitur neuGrow dan neuGold juga loh buat kamu yang tertarik untuk menanamkan uang di peer-to-peer lending atau emas.

Make sure to download our app on PlayStore or App Store and have fun investing, neupeeps!


Tentang Aplikasi Transfer Gratis dan Budgeting Neu

neu adalah aplikasi keuangan yang membantu kamu mengelola keuangan kamu mulai dari transfer gratis, bayar tagihan, beli emas, pendanaan P2P dan lacak semua pengeluaran dan pemasukan kamu. 

Transfer Gratis Antar Bank

Kamu bisa transfer gratis ke semua bank di Indonesia tanpa biaya admin hingga 25 Juta per hari. Bisa buat kirim ke rekening kamu yang lain untuk menyimpan dana darurat kamu di bank lain, transfer gratis ke keluarga dengan beda bank, bayar online shop yang hanya terima bank tertentu dan lain-lain.

Lacak Pengeluaran Uang

Kamu juga bisa mengatur keuangan kamu dengan neuBudget. neuBudget membantu kamu mencatat pengeluaran e-wallet dan bank kamu. Sehingga kamu tahu persis uangnya keluar kemana saja dan bisa membantu kamu membagi prioritas keuangan kamu.

Nabung Emas

Kamu bisa beli, jual dan memberikan hadiah emas ke teman kamu. Nabung emas di neuGold bisa menjadi solusi untuk memulai investasi untuk masa depan. neuGold berkerja sama dengan IndoGold sebagai penyedia layanan jual beli emas.

Pendanaan P2P Lending

Kamu bisa mulai pendanaan dengan mendapatkan imbal hasil menarik hanya dengan Rp 25.000 di neuGrow. neuGrow bekerja sama dengan Modal Rakyat, platform p2p yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Yuk download neu sekarang di App Store dan Play Store di sini.

Follow our Instagram @helloneu.id here.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *