• Share

Tips Mengatur Keuangan Buatmu yang Gajinya di Bawah 10 Juta

  • Author
    ihsan
  • Posted on
    Apr 26, 2021 08:35 am
  • Readed
    17 Views

Hello, neupeeps!

Memiliki kesadaran mengatur keuangan tidak hanya harus dimiliki oleh mereka yang bergaji tinggi. Kamu yang memiliki gaji di bawah 10 juta, misalnya, juga harus mulai mengatur keuangan. Memang sih, mengatur keuangan itu terdengar merepotkan dan membutuhkan banyak waktu. Tapi, jika berhasil mengatur keuangan dengan nominal berapapun, banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan. Beberapa di antaranya adalah dapat melatih diri untuk teliti dalam menggunakan uang, mengatur perencanaan keuangan yang lebih tepat sehingga mampu mengendalikan keuangan dan memiliki simpanan.

Secara teori, ada setidaknya empat pos pengeluaran yang harus dipertimbangkan ketika mengatur keuangan. Mereka adalah pos biaya hidup, pos hutang, pos dana darurat dan asuransi, serta pos hiburan, dan tabungan. Pos-pos ini kemudian bisa diatur dengan pembagian persentase. Untuk pos biaya hidup, kamu maksimal mengalokasikan 50 persen dari penghasilan. Sedang untuk pos hutang sebaiknya tidak lebih dari 35 persen. Kemudian, untuk dana darurat, investasi dan tabungan paling tidak dianggarkan 10 persen untuk masing-masing pos.

Dalam mengatur keuangan, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Jika kamu memiliki gaji atau penghasilan di bawah 10 juta dan ingin berhemat hingga memiliki dana darurat, berikut ini tips yang bisa kamu lakukan.

Mencatat Keuangan Sedetail Mungkin

Membuat catatan keuangan sangat penting ketika kamu ingin mulai mengatur keuanganmu. Dengan begitu, kamu bisa tahu ke mana penghasilanmu dialokasikan dan berapa anggaran pos-pos keuangan yang penting dan harus dibuat. Karena itu, kamu wajib mencatat secara detail setiap pemasukan dan pengeluaran. Jika pemasukanmu hanya dari satu sumber, tak apa. Kamu wajib mencatumkannya.

mengatur keuangan
Mencatat keuangan dengan detail (source)

Di luar itu, untuk pengeluaran pun kamu harus sangat rinci dalam mencatatnya. Bahkan pengeluaran-pengeluaran kecil yang seperti tak terlihat pun harus kamu catat. Misalnya, biaya transfer antar bank yang mungkin kamu lakukan jika perlu melakukan pembelian atau lainnya. Biaya seperti ini biasanya luput karena tidak tercatat dalam laporan keuanganmu.

Cermat Ketika Berbelanja

Hidup sendiri atau dengan keluarga, tentu kamu pasti akan melakukan aktivitas belanja. Baik belanja untuk kebutuhan bulanan atau untuk hiburan. Ketika akan membuat pos pengeluaran, ada baiknya jika kamu membuat daftar lalu urutkan berdasarkan prioritas. Misalnya, bedakan antara pengeluaran tetap dan tidak tetap. Tagihan listrik, air, biaya sekolah anak dan biaya telepon bisa kamu masukkan ke dalam pengeluaran tetap.

mengatur keuangan
Cermat saat berbelanja (source)

Pengeluaran tidak tetap biasanya punya nominal yang berubah-ubah setiap bulannya. Agar tidak kebingungan ketika membuat pos pengeluaran ini, kamu bisa mengambil nominal rata-ratanya. Dengan begitu, kamu akan membatasi pengeluaran tidak tetap yang tidak penting.

Menghindari Hutang Sebisa Mungkin

Hutang, apalagi yang bersifat konsumtif memang sebaiknya dihindari. Hutang jenis ini biasanya dicontohkan dengan membeli barang yang nilainya akan menurun di masa mendatang. Sebisa mungkin sebaiknya kamu menghindari hutang jenis ini karena hanya akan memberatkan. Biasanya, jenis hutang ini berhubungan dengan gaya hidup. Contohnya, seseorang mungkin membeli ponsel baru yang lebih canggih dengan cara kredit selama beberapa bulan. Nilai ponsel tersebut tidak bertambah setiap bulannya, namun nilai angsuran atau hutangnya tetap hingga waktu lunas tiba.

transfer antar bank
Hindari hutang (source)

Meski begitu, ada beberapa kondisi dimana kamu bisa mempertimbangkan untuk mengambil pinjaman atau hutang. Misalnya dalam membeli rumah. Dalam kondisi dan perhitungan yang tepat, kamu bisa mengambil pinjaman untuk membeli rumah. Sebab nilai tanah atau rumah bisa saja naik atau turun sering kali tidak bisa diprediksi.

Apakah Harus Mulai Berinvestasi?

Dengan gaji di bawah Rp10 juta, haruskah berinvestasi? Penting untuk diingat bahwa jika kamu tertarik untuk melakukan investasi maka pastikan jika kamu menggunakan uang dingin. Ini adalah sejumlah dana yang kamu alokasikan secara khusus dan memang tidak akan digunakan dalam waktu yang lama. Tidak disarankan untuk menggunakan uang hasil pinjaman atau hutang untuk melakukan investasi.

transfer antar bank
Mulai berinvestasi (source)

Sebab, meski menawarkan keuntungan yang banyak investasi juga bisa menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Meski begitu, jika kamu ingin belajar berinvestasi kamu bisa  memilih instrumen investasi yang aman dan murah. Misalnya, berinvestasi emas. Emas dinilai sebagai investasi yang aman dan cocok untuk berbagai kalangan. Terlebih emas juga cenderung meningkat nilainya dari tahun ke tahun sehingga kamu bisa menjaga nilai kekayaanmu lewatnya.

Mengatur keuangan menjadi hal penting sekarang ini namun memang tidak mudah. Jika merasa demikian kamu bisa lho menggunakan aplikasi neu di mana ada fitur neuBudget yang bisa membantumu. Aplikasi ini bisa mencatat pengeluaranmu dari transaksi-transaksi e-wallet yang ada di smartphonemu. Semakin detail pencatatan pengeluaranmu maka makin mudah juga untukmu dalam mengatur keuangan.

  • Share

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *